Krisis Rohingya Ternyata Cina Punya Proyek Puluhan Triliun di Rakhin

RAKHINE, BERITA ISLAM ONLINE.COM – – Krisis kemanusiaan yang menimpat etnis muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar, ditengarai tak luput dari motif ekonomi dan bisnis. Menurut tiga pakar tiga pakar internasional, pemerintah Cina akan mengeblok semua upaya internasionalisasi krisis pengungsi Rohingya karena memiliki ambisi untuk berinvestasi dan membangun kontruksi  senilai 7,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 97,693 triliun di Rakhine.

Irene Chan, peneliti Program Cina di Rajaratnam School of International Studis di Singapura mengatakan, Cina berinvestasi 7,3 miliar dolar AS di proyek laut dalam di Rakhine. Mereka juga berencana untuk membangun kawasan industri dan zona ekonomi khusus di kawasan itu.

“Saya kira masalah investasi ini lebih diutamakan bagi orang Cina dibanding masalah kemanusiaan,” ujarnya Chan seperti dilansir Times of India, Rabu, (27/9/2017).

 

AL QURAN MURAH BERKUALIATAN klik disini

Sementara itu kantor berita Reuters melaporkan dokumen pejabat Cina menyebut, konsorsium yang dipimpin oleh koorporasi Cina, CITIC, akan memiliki saham antar 70 dan 85 persen di proyek laut dalam. Proyek ini akan mendukung program One Belt One Road (OBOR) Cina dan menghubungkannya dengan Teluk Benggala.

Ini ditengarai menjadi alasan mengapa Cina mendukung otoritas Myanmar dan tak mau mencampuri persoalan krisis kemanusiaan di wilayah Rakhine yang menjadi rumah bagi Muslim Rohingya.

Sementara itu Murray Hiebert, wakil Direktor Program Asia Tenggara di Centre for Strategic and International Studies di Washington mengatakan kepada Times of India,

“Cina secara jelas mendukung pemerintah Myanmar dalam merespons serangan yang dilakukan kelompok Rohingya Preservation Army. Cina mengatakan kepada Myanmar akan mendukung kedaulatan mereka,” ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan radio abc

BACA JUGA: Sejarah PKI 

Menurut Murray, pemerintah Cina juga menjelaskan hal ini kepada PBB. Beijing secara aktif menolak upaya negara-negara lain yang ingin menggunakan DK PBB untuk menekan Yangon (Ibu Kota Myanmar). Hal ini, tambah Murray, Cina ingin mempunyai peran lebih besar untuk “memulihkan” ekonomi di Rakhine dengan peruhasaan dan barang dari Cina.

“Cina menolak segala macam resolusi atau semacam tekanan lainnya di DK PBB,” ujar Hiebert.

Setidakya  400 warga Rohingya telah terbunuh dan lebih dari 480 ribu lainnya mengunggi sejak operasi militer yang dilakukan tentara Myanmar di Rakhine pada 25 Agustus lalu. Kalangan internasional telah mengecam aksi Myanmar tersebut, dan meminta agar PBB bertindak.

Alquran Special Wanita

“Cina tidak pernah mengecam tindakan terhadap Muslim Rohingya,” imbuh Heibert.

Banyak kalangan menilai sikap diam Cina sebagai cara untuk menutupi mukanya sehingga mempunyai citra yang baik di dunia internasional khususnya pemerintah Myanmar. Namun demikian secara diam-diam Cina telah menjalin kerja sama denga pejabat Myanmar dan membuat beberapa deal proyek masa depan. [ ]

 

Redaktur: admin [Berita Islam Online Terkini & Terpercaya]

 

Baca Juga: Sejarah Muslim Rohingya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *