Perbedaan Fiqih dan Syariah Beserta Contohnya

JAKARTA, BERITA ISLAM ONLINE.COM – – Bagi sebagian ummat Islam masih banyak yang beranggapan yang sama terkait istilah Syariah (syariat) dan Fikih (fiqh/fiqih). Setiap fiqih dianggap sebagai syariah dan semua syariah adalah fiqih itu sendiri. Padahal keduanya mempunyai perbedaan sekaligus persamaan. Lalu apa saja perbedaan dan persamaan antara syariah dan fiqih?. Berikut penjelasannya secara singkat:

  1. Pengertian

 a. Pengertian Syariah

Kata syariah itu asalnya dari kata kerja syara’a. kata ini menurut ar-Razi dalam bukunya Mukhtâr-us Shihah,bisa berarti nahaja (menempuh), awdhaha (menjelaskan) dan bayyan-al masalik (menunjukkan jalan). Sedangkan ungkapan syara’a lahum – yasyra’u – syar’an artinya adalah sanna (menetapkan). Sedang menurut Al-Jurjani, syariah bisa juga artnya mazhab dan thariqah mustaqimah /jalan yang lurus.Jadi arti kata syariah secara bahasa banyak artinya. Ungkapan syari’ah Islamiyyah yang kita bicarakan maksudnya bukanlah semua arti secara bahasa itu.

Kata syariah juga seperti itu, para ulama akhirnya menggunakan istilah syariah dengan arti selain arti bahasanya, lalu mentradisi. Maka setiap disebut kata syariah, langsung dipahami dengan artinya secara tradisi itu. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa syariah artinya adalah agama yang ditetapkan oleh Allah Swt untuk hamba-hamba-Nya yang terdiri dari berbagai hukum dan ketentuan.Hukum dan ketentuan Allah itu disebut syariat karena memiliki kesamaan dengan sumber air minum yang menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Makanya menurut Ibn-ul Manzhur syariat itu artinya sama dengan agama.

b. Pengertian Fiqih

Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, dan Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti: Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad.

Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya).

 

  1. Persamaan Syariah dan Fiqih

Syariah dan Fiqih , adalah dua hal yang mengarahkan kita ke jalan yang benar . Dimana , Syariah bersumber dari Allah Swt, Al Quran, Nabi Muhammad Saw, dan Hadist. Sedangkan Fiqh bersumber dari para Ulama dan ahli Fiqh , tetapi tetap merujuk pada Al Quran dan Hadist .

 

  1. Perbedaan Syariah dan Fiqih

Perbedaan yang perlu diketahui yaitu :

  • Perbedaan dalam Objek :

-Syariah

Objeknya meliputi bukan saja batin manusia akan tetapi juga lahiriah manusia dengan Tuhannya (ibadah)

Fiqih

Objeknya peraturan manusia yaitu hubungan lahir antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain.

 

  • Perbedaan dalam Sumber Pokok

-Syariah

Sumber Pokoknya ialah berasal dari wahyu ilahi dan atau kesimpulan-kesimpulan yang diambil dari wahyu.

-Fiqih

Berasal dari hasil pemikiran manusia dan kebiasaan-kebiasaan yang terdapat dalam masyarakat atau hasil ciptaan manusia dalam bentuk peraturan atau UU

 

  • Perbedaan dalam Sanksi

-Syariah

Sanksinya adalah pembalasan Tuhan di Yaumul Mahsyar, tapi kadang-kadang tidak terasa oleh manusia di dunia ada hukuman yang tidak langsung

-Fiqih

Semua norma sanksi bersifat sekunder, dengan Menunjuk sebagai Pelaksana alat pelaksana Negara sebagai pelaksana sanksinya.

 

  1. Perbedaan pokok

 

  • Syariah
  • Berasal dari Al-Qur’an dan As-sunah
  • Bersifat fundamental
  • Hukumnta bersifat Qath’i (tidak berubah)
  • Hukum Syariatnya hanya Satu (Universal)
  • Langsung dari Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an

 

  • Fiqih
  • Karya Manusia yang bisa Berubah
  • Bersifat Fundamental
  • Hukumnya dapat berubah
  • Banyak berbagai ragam
  • Bersal dari Ijtihad para ahli hukum sebagai hasil pemahaman manusia yang dirumuskan oleh Mujtahid

 

5. Contoh Syariah dan Fiqih

 

Lebih mudahnya dan sebagai contoh adalah hukum shalat tarawih. Secara syariat hukumnya sunnah dan di kerjakan selama bulan Ramadhan. Namun secara fiqih adalah soal jumlah rakaatnya ada yang 11 rakaat dan ada yang mengerjakan 23 rakaat. Demikian juga dalam pelaksanaanya dimana secara fiqihn ada yang mengambil 11 rakaat dengan 4 x 2 rakaat salam + 3 rakaat witir (2+2+2+2+3). Namun ada juga 11 rakaat dengan 2 x 4 rakaat salam ( 4 + 4 + 3).

Demikian juga misalnya dalam pelaksanaan puasa 6 hari di bulan syawal. Secara syariah semua sepakat hukumnya sunnah namun secara fiqih ada yang mengerjakan 6 hari berturut-turut, ada yang mengerkan diselang seling yang pastinya puasa sunnah 6 hari selama bulan Syawal.  [ ]

 

Redaktur: admin [Berita Islam Online Terpercaya

 

896

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *