Hukum Menikahi Laki-laki Yang Pernah Berzina

laki laki menyesal

JAKARTA, BIO.COM – – Hukum menikah dengan pezina, hukum menikahi laki-laki yang pernah berzina, hukum menikah dengan orang yang pernah berzina, bagaimana statusnya? Bukankah dalam Al Quran secera jelas Allah Swt telah menegaskan bahwa seorang laki-laki pezina tidak menikahi wanita pezina dan sebaliknya. Hal ini terdapat dalam firman Allah Swt,

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (QS. An-Nur: 3)

 

Kemudian, bagaimana dengan laki-laki atau perempuan yang sudah bertaubat? Tentang apakah laki-laki yang baik-baik diharamkan menikahi wanita pezina sebelum taubatnya atau wanita yang baik-baik diharamkan menikah dengan laki-laki pezina sebelum taubatnya?. Dalam masalah ini terdapat dua pendapat, ada ulama yang mengharamkan secara mutlak namun ada yang membolehkan dengan bersyarat salah satunya ia sudah bertaubat. Tentu dengan dalil masing-masing.

 

Namun ada baiknya juga kita membaca dan memahami ayat Al Quran dimana Allah Swt. Berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan. Maka, Allah akan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. ” (Q.S. Al-Furqān [25]: 70)

 

Menurut sebagian ulama, kalau laki-laki atau perempuan yang sudah berhenti melakukan zina dan sudah bertobat, maka dia bukan lagi seorang pezina, tapi, mantan pezina. Kita tentu harus melihat seseorang secara multiperspektif. Karena, orang itu bermacam-macam jenisnya. Ada yang memang awalnya buruk dan akhirnya baik (seperti Umar bin Khattab). Tetapi, ada pula yang awalnya baik dan akhirnya baik (seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq).

 

Kekasih Anda mungkin cuma berzina saja,  sedangkan Umar, beliau sudah pernah melakukan segala kemaksiatan, seperti membunuh, berjudi, meminum minuman keras, dan sebagainya. Akan tetapi, pada akhirnya Umar menjadi pribadi yang sangat soleh yang bahkan dijanjikan surga oleh Allah Swt. Semoga saja, kekasih Anda sama seperti Umar.

 

Jadi, Anda jangan melihat orang dari masa lalunya, lihatlah dia di saat sekarang dan ke depannya. Dalam menentukan jodoh, Anda harus menghargai kesungguhannya karena boleh jadi hal itu akan menunjukkan sesuatu yang luar biasa kelak. Apalagi, jika setelah menikah Anda bisa membawa dia menjadi lebih sholeh, Anda akan mempunyai pahala berlipat ganda.

 

Tetapi sekali lagi itu hak Anda. Bagaimana kenyamanan dan kemantapan Anda untuk menerimanya dalam kondisi demikian. Sekiranya Anda merasa mantap dan mau menerima atas pengakuannya dan dia sudah menyatakan bertaubat dengan meninggalkan kebiasaan buruknya maka, insya Allah seiring waktu Anda dapat melupakan masa lalunya dan hidup bahagia.

 

BACA JUGA: Hukum Nikah Siri

 

Namun sebaliknya, jika Anda masih kurang yakin,masih ragu, masih was-was atau belum sreg maka Anda berhak untuk menolaknya sebelum Anda berdua melangkah lebih jauh dalam kehidupan rumah tangga. Jangan sampai Anda menikah karena perasaan kasihan sama dia. Atau jangan pula menikah karena merasa tidak enak dengan teman, tetangga atau keluarga hanya karena Anda sudah dekat dengan dia dan malu jika tidak jadi menikah dengan dia. Bukankah yang akan menikah dan menjalani rumah tangga itu Anda dan bukan orang lain. Untuk itu jangan korbankan masa depan Anda hanya karena perasaan-perasaan tadi. Ingat Anda akan hidup lebih lama dengannya dan jangan membawa “bom waktu” dalam rumah tangga Anda yang mana bisa “meledak” dalam perjalanan rumah tangga. Menikah dan berumahtangga bukan coba-coba tapi niatkan untuk selamanya.

 

Sekarang lebih baiknya Anda istikharah lagi. Kalau Anda melihat perilaku dia yang semakin baik dan bersungguh-sungguh ingin menikahi Anda, biarlah Allah yang menunjukkan jalan terbaik untuk Anda. [ ]

5

Redaksi: admin [Berita Islam Online Terpercaya]

860

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *