Hukum Memperingati Hari Ibu Dalam Islam

 

JAKARTA, BIO.COM – – Hukum memperingati Hari Ibu dalam Islam, atau sekedar, ucapan Selamat Hari Ibu dalam Islam, bagaimana boleh atau tidak?. Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia sendiri hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

 

Demikianlah sifat manusia. Semuanya harus ditandai dengan simbolisasi. Piala dibuat untuk menghargai para atlet yang mungkin latihannya bertahun-tahun, bahkan bila ditukar dengan harga jerih payahnya maka piala tak seperberapanya. Begitupun dengan kasih sayang Ibu, ditetapkanlah hari ibu padahal bila tak ada hari ibu pun kasih sayangnya rela tak terbalas. Seolah simbol yang ditunjukkan cukup untuk mewakili usaha bertahun-tahun.

Sebaiknya tak harus menunggu hari ibu untuk memperlihatkan bakti kita pada orangtua khususnya ibu. Untuk urusan ini jadikan setiap hari adalah hari ibu. Dengan begitu kita sepakat bahwa membaktikan diri kepada ibu (orang tua) adalah wajib setelah menghambakan diri kepada Allah SWT. Dalam Al Quran Allah Ta’ala berfirman :

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. [Q.S Al-Isra:23-24]

Bagi Islam, jelas tidak perlu ada hari Ibu (secara khusus), terutama jika dikaitkan dengan masalah menyayangi, menghormati, dan seterusnya, jika ternyata Ibu hanya diperlakukan secara istimewa di 1 (satu) hari itu saja. Islam mengajarkan kepada kita utk berbuat baik (menyayangi, menghormati, dan seterusnya) pada ortu (terutama ibu)  harusnya dilakukan setiap hari.

 

Allah Ta’ala berfirman :

 

Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang sangat lemah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku, kamu kembali.” (Q.S Lukman :14)

 

Baca Juga: Hukum Memperingati Tahun Baru

 

Perintah berbakti di sini bukan hanya berlaku pada bulan Desember saja, namun setiap waktu sepanjang hayat masih dikandung badan. [ ]

5

Redaksi: admin [Berita Islam Online Terpercaya]

930

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *