Hukum Meminum Pil Penunda Haid, Saat Haji atau Puasa Ramadhan

 

JAKARTA,BIO.COM – – Hukum meminum pil penunda haid, hukum minum obat penunda haid saat haji,hukum minum obat penunda haid saat puasa, boleh atau terlarang?.

Dalam haji, misalkan. Jika memang haid sudah datang, kaum wanita diperbolehkan tak melaksanakan tawaf. Hadis Nabi SAW menyebutkan, “Manusia diperintahkan agar akhir dari pelaksanaan hajinya dengan tawaf di Baitullah. Kecuali bagi wanita haid diberi keringanan untuk tidak melaksanakannya.”(HR Muslim).

 

Kaum wanita zaman sekarang menginginkan ibadah haji mereka sempurna tanpa terhalang haid. Sebagaimana kaum laki-laki, mereka ingin pula menuntaskan seluruh rangkaian haji. Caranya dengan meminum obat penunda haid. Masalah ini masuk dalam ranah ijtihadiyah.

 

Secara umum, ulama kontemporer yang membahas persoalan ini membolehkannya dengan beberapa persyaratan.

 

Dr Yusuf Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya terkait hal ini membolehkan kaum wanita meminum pil penunda haid jika tak menimbulkan mu dharat bagi tubuhnya.

 

“Tak apa-apa bagi seorang wanita menggunakan obat untuk hal tersebut dengan syarat tak ada mudharat yang ditimbulkan darinya,” jelas Qardhawi dalam kumpulan fatwa kontemporernya.

 

Mufti Arab Saudi Abdullah Bin Baz juga berpendapat sama. Menurutnya, pil penunda haid diperbolehkan dengan mempertimbangkan aspek maslahat dan manfaatnya. Namun, jika mengandung mudharat bagi tubuh wanita, hal ini tidak perlu dilakukan.

 

Bin Baz menegaskan, sebelum mengonsumsi pil tersebut harus dirampungkan terlebih dahulu tinjauan medis apakah bermudharat atau tidak. Dari segi medis, orang yang ingin meminum pil penunda menstruasi harus melakukan pemeriksaan dan cek kesehatan terlebih dahulu. Dikhawatirkan pil tersebut berpotensi memperberat riwayat penyakit yang ada di tubuh.

 

Karena pil tersebut bersifat hormonal yang mungkin memengaruhi hormon atau organ tubuh lain. Jadi, berkonsultasi terlebih dahulu de ngan dokter yang paham di bidangnya mutlak diperlukan.

 

BACA JUGA: Hukum Menggugurkan Kandungan, Boleh atau Haram?

 

Ibnu Taimiyah menambahkan, pembolehan bagi wanita untuk meminum pil penunda haid bisa dibenarkan jika memang ada alasan yang syar’i, seperti ingin merampungkan rangkaian ibadah haji. Namun, ia tidak setuju jika bertujuan untuk melengkapi puasa Ramadhan. Menurutnya, kaum wanita tidak perlu menunda haid hanya untuk bisa berpuasa Ramadhan genap satu bulan. Sebab, soal puasa sudah diberikan rukhsah (keringanan) untuk kaum wanita.

 

Di samping pendapat ulama yang memperbolehkan, ada juga kalangan yang menyatakan kaum wanita tidak perlu meminum pil penunda haid. Alasannya, pil tersebut belum terjamin secara pasti tidak akan menimbulkan mudharat bagi penggunanya. Berpatokan dari kaidah fikih, “menghindari mudharat harus diutamakan daripada meraih maslahat.” [berbagai sumber]

 

4

Redaksi: admin [Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

859

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *