Erdogan Tak Akan Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

erdogan

BANDUNG, BIO.COM—Erdogan menggambarkan pertumpahan darah pada hari Senin hingga Selasa di perbatasan Gaza merupakan tragedi paling mematikan bagi warga Palestina sejak konflik Gaza 2014.

Menurut Erdogan tindakan pasukan Israel sudah masuk kategori genosida. Dia bahkan menyebut Israel sebagai negara teroris dan menyatakan bahwa pemerintah Turki berkabung tiga hari.

Duta Besar Israel diberitahu bahwa duta kami untuk Israel dipanggil pulang untuk konsultasi, dan dia diberitahu bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke negaranya untuk beberapa waktu,” kata Erdogan pada Selasa (15/5/2018) malam.

Darah orang-orang Palestina yang tidak bersalah ada di tangan Amerika Serikat, Amerika Serikat adalah bagian dari masalah, bukan solusi.” ujarnya.

Erdogan, yang berkampanye untuk pemilihan presiden dan parlemen bulan depan, mengatakan unjuk rasa akan diadakan pada hari Jumat untuk memprotes pembunuhan massal tersebut.

Terlebih Erdogan menyampaikan bahwa Turki tidak akan pernah menerima keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kami tidak akan pernah menerima upaya AS untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah pertemuan mereka di London.

BACA JUGA: Israel Ajak Negara Lain Ikut Pindahkan Kedubesnya Ke Yerusalem

Erdogan mengatakan “kebijakan acuh tak acuh pemerintah AS” mendorong Israel lebih memperkuat penjajahannya dan kebiadaban mereka di Palestina.

Israel mengambil langkah-langkah ini dengan logika ‘Saya mampu, karena itu saya benar’”, kata presiden, menambahkan “Israel adalah penjajah di sana dan terus meneror [warga Palestina].

Dia menyeru masyarakat internasional dan PBB untuk bertindak tanpa membuang-buang waktu dan menghentikan penindasan di Palestina ini.

Sambil mengingatkan suara Majelis Umum PBB pada keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Erdogan mengatakan 128 negara menolak langkah AS.

Sejarah tidak akan memaafkan Anda [Amerika Serikat], kita akan melihat kenyataan ini; sejarah tidak akan pernah memaafkan Israel, kita akan menyaksikan saat ini juga,” tambah Erdogan.

Presiden Turki menggarisbawahi bahwa pesan kuat dari Istanbul akan diberikan kepada dunia pada hari Jumat karena Turki, sebagai presiden dari Organisasi Kerjasama Islam (the Organization of Islamic Cooperation), menyerukan pertemuan darurat atas pembunuhan di Gaza.

BACA JUGA: Israel: Jauhi Pagar Perbatasan Gaza

May juga menyerukan penyelidikan independen dan transparan untuk mencari tahu apa yang terjadi di Gaza kemarin.

Hilangnya nyawa yang telah kita lihat adalah tragis dan sangat memprihatinkan. Kekerasan semacam ini merusak upaya perdamaian dan kami meminta semua pihak untuk menahan diri,” katanya.

Sedikitnya 62 warga Palestina telah gugur dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan zionis Yahudi di sepanjang perbatasan Gaza pada hari Senin dalam aksi protes yang menandai peringatan Nakba dan relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak aksi protes di perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 demonstran Palestina telah gugur oleh tembakan lintas-perbatasan pasukan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

 

Berbagai sumber

 

Redaktur: admin  [Berita Islam Online Terkini & Terpercaya]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *