Niat Puasa Dibaca Sekali Untuk Sebulan, Boleh Tidak?

niat puasa

NIAT PUASA, BIO.COM—Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim. Adapun untuk berpuasa ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Salah satunya adalah niat. Namun seringkali kita lupa untuk mengucapkan niat tersebut, sehingga timbullah pembelaan diri bahwa boleh mengucapkan niat sekali untuk puasa Ramadhan sebulan penuh. Bagaimana pandangan ulama?

Syeikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan berpendapat bahwa puasa dan amalan ibadah lainnya harus disertai dengan niat. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

setiap amal itu disertai niat, dan setiap amal itu tergantung pada niatnya
dalam riwayat lain:

tidak ada amal kecuali dengan niat

maka puasa wajib disertai niat di malam hari. Wajib bagi orang yang berpuasa untuk berniat sebelum terbit fajar puasa di hari itu.

BACA JUGA: Orang Tua Perlu Baca, Panduan Mengajarkan Puasa Pada Anak

Adapun bila fajar sudah terbit namun belum meniatkan diri untuk berpuasa kecuali setelah terbit fajar, maka wajib baginya meng-qadha puasa pada hari tersebut dimana ia berpuasa tanpa meniatkan diri untuk berpuasa. Dan niat puasa Ramadhan itu setiap hari. Karena puasa pada setiap harinya itu masing-masingnya adalah ibadah tersendiri yang membutuhkan niat sendiri. Maka hendaknya meniatkan diri untuk puasa setiap hari pada malamnya.

Jika fajar sudah terbit dan belum meniatkan diri untuk berpuasa sebagaimana yang dilakukan penanya, maka puasanya tidak dianggap sebagai puasa Ramadhan. Maka wajib baginya untuk meng-qadha 1 hari. Baik itu karena ia meninggalkan niat karena sengaja atau karena lupa. Namun jika ia sudah berniat di malam hari namun setelah itu dia lupa atau dia tersibukkan dengan sesuatu, lalu niatnya tadi hilang atau luntur, namun sebenarnya ia sudah berniat sebelumnya, maka hal-hal tadi tidak berpengaruh pada keabsahan niat, selama ia telah benar-benar meniatkan sebelumnya.

Jadi hal-hal ringan yang melunturkan niat tidak berpengaruh pada keabsahan niat, dan puasanya tetap sah. Kecuali jika orang tadi meniatkan diri dengan niat yang berbeda, yaitu misalnya ia berniat untuk tidak berpuasa pada hari itu. Jika demikian maka ia butuh untuk memperbaharui niat pada malam tersebut (sebelum terbit fajar).

 

Sumber: Muslim.or.id

 

Redaktur: admin  [Berita Islam Online Terkini & Terpercaya]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *