Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Dengan Uang ?

JAKARTA, BIO.COM – – Sebagaimana dipahami bahwa  akat fitri atau biasa disebut zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, orang yang merdeka atau budak, anak kecil atau orang dewasa usai Ramadhan atau sebelum Idul Fitri.

 

 

Terkait dengan dengan bentuknya adalah berupa makanan pokok sesuai yang biasa dimakan sehari-hari sehingga bisa jadi berbeda pada setiap Negara atau wilayah. Bagi yang berada di wilayah Arab atau Timur Tengah biasa dengan kurma, gandum dan jenis makanan pokok lainnya.

 

 

Sementara bagi kita khususnya di Indonesia adalah dengan makanan pokok yang mayoritas dikonsumsi oleh masyarakat yakni beras. Meski pun pada sebagian wilayah ada masyarakat yang makanan pokoknya berupa sagu atau ketela.

 

 

Terkait dengan zakat fitrah dengan makanan pokok ini seperti yang dijelaskan dalam beberapa hadits. Seperti yang diceritakan dari dari Ibnu ‘Umar ra, dimana ia berkata,

 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘id.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Kemudian dalam hadits yang lain juga disampaikan dari Abu Sa’id Al Khudri ra, ia berkata,

Dahulu kami mengeluarkan zakat fitri di masa Rasulullah pada hari Idul Fitri dengan satu sha’ makanan.” Abu Sa’id berkata, “Dahulu yang menjadi makanan kami adalah gandum, anggur, keju dan kurma.” (HR. Bukhari ).

 

 

Terkait dengan takaran atau ukuran satu sha’ beberapa ulama menyebutkan setera dengan 2,5 kg hingga 3 kg makanan pokok.

 

 

Kemudian bolehkan zakat fitrah dilakukan dengan uang sebagai pengganti sebagai pengganti makanan pokok dengan nilai yang sama dengan takaran makanan pokok tersebut?

 

 

Meski zakat fitrah utamanya (afdholnya) berupa makanan pokok namun ada beberapa ulama yang membolehkan membayar zakat fitrah dengan uang yang senilai dengan harga makanan pokok tersebut. Ulama yang berpendapat demikian adalah Abu Hanifah,  Umar bin Abdul Aziz dan juga Imam Hasan Basri.

 

 

Disebutkan dalam sebuah riwayat  dari Imam Hasan Basri, bahwa beliau mengatakan, “Tidak mengapa memberikan zakat fitri dengan dirham.” Kemudian diriwayatkan dari Abu Ishaq; beliau mengatakan, “Aku menjumpai mereka (yakni Imam Hasan Basri dan Umar bin Abdul Aziz) sementara mereka sedang menunaikan zakat Ramadan (zakat fitri) dengan beberapa dirham yang senilai dengan bahan makanan.”

 

 

Zakat fitrah dibolehkan dengan uang disebabkan untuk memenuhi kebutuhan fakir miskin dan dhuafa yang sudah mendapatkan kebutuhan pokok namun belum mendapatkan pelengkapnya. Misalnya para fakir miskin telah mendapatkan pembagian zakat fitrah berupa beras maka tidak mungkin mereka hanya memasak beras saja melainkan perlu lauk pauknya. Dengan demikian zakat fitrah berupa uang bisa membantu kaum fakir miskin tersebut untuk membeli kebutuhan pokok lainnya.

 

 

Menurut hemat saya, boleh saja Anda membayar zakat fitrah tersebut dengan uang. Meski pun yang lebih afdhol tentu makanan pokok. Pada prinsipnya agama atau ajaran Islam ini memudahkan umatnya untuk menjalankannya. Tentu kita menghargai saudara-saudara yang berpendapat bahwa zakat fitrah harus makanan pokok.

 

 

Namun kita juga harus menghargai pendapat saudara kita yang membolehkan zakat fitrah dengan uang. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

4

Redaksi:  admin  [Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

890

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *