Shalat Banyak Ditinggal, Bagaimana Mengqadhanya?

qadha shalat

CARA MENGQADHA SHALAT, BIO.COM—Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari khilaf dan dosa, begitulah para ulama mendeskripsikan manusia. Wajar bagi seorang manusia lupa akan sesuatu. Namun, bagaimana hukumnya meninggalkan suatu amalan/ ibadah yang sudah ditentukan waktunya, sholat contohnya? Bila sudah bertahun-tahun, apakah perlu diqadha?

Meninggalkan shalat adalah perbuatan yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam, sehingga status orang tersebut adalah kafir, menurut pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini. Pendapat ini didukung oleh dalil-dalil tegas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Berdasarkan hal ini, kembalinya dirimu ke dalam Islam (dengan melaksanakan shalat), telah menghapus (dosa) yang telah lalu, sesuai dengan firman Allah Ta’ala,

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu” (QS. Al-Anfal: 38).

Barangsiapa yang meninggalkan satu jenis ibadah yang sudah ditentukan waktunya, sampai keluar dari waktu yang sudah ditentukan tersebut (sampai batas waktunya berahir), tanpa ada alasan yang bisa dibenarkan oleh syariat (tanpa udzur syar’i), kemudian dia bertaubat, maka dia tidak perlu meng-qadha’ ibadah yang telah dia tinggalkan tersebut.

Hal ini karena ibadah yang ditentukan waktunya tersebut, sudah dibatasi waktu awal dan waktu akhir untuk melaksanakannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amal tersebut tertolak” (HR. Muslim).

BACA JUGA: Hukum Shalat Tahajud Di Bulan Ramadhan, Boleh atau Tidak ?

Hal ini juga tidak bisa disanggah dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Barangsiapa yang lupa (tidak) mengerjakan shalat (sampai waktunya habis, pen.), maka shalatlah ketika sudah ingat” (HR. Bukhari).

Allah Ta’ala berfirman,

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu” (QS. Al-Baqarah: 185).

Karena penundaan (qadha’) pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut (sehingga dilaksanakan di luar waktu yang sudah ditentukan) adalah karena udzur syar’i. Mengganti (qadha’) ibadah di luar waktunya karena ada udzur syar’i itu dinilai sama dengan melaksanakan ibadah tersebut pada waktunya dalam hal ganjaran dan pahala.

Berdasarkan penjelasan ini, jelas bahwa tidak perlu mengganti shalat yang telah ditinggalkan tersebut dengan syarat tidak karena kesengajaan dan berjanji untuk istiqomah mencari ridha Allah dan melaksanakan segala perintahNya.

 

Sumber: Muslim.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *