Bayar Zakat atau Hutang, Mana Lebih Penting?

bayar zakat atau hutang

HUTANG ATAU ZAKAT, BIO.COM—Membayar zakat merupakan salah satu rukun iman yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim dan menolak untuk melaksanakannya merupakan suatu tindakan dosa. Saking wajibnya, khalifah Abu Bakas As-Shiddiq ra sampai memerangi orang-orang yang menolak untuk membayar zakat.

Di sisi lain, yang namanya utang juga merupakan kewajiban yang wajib untuk dibayarkan. Sekadar untuk menggambarkan bagaimana urgensi dan pentingnya hukum membayar utang, bisa kita perhatikan ketentuan buat orang yang mati syahid.

Rasulullah SAW telah menetapkan bahwa seorang yang mati syahid dijanjikan Allah SWT bisa masuk surga tanpa hisab. Namun untuk itu ada syaratnya, yaitu bila masih punya utang, tetap saja tidak bisa masuk surga. Sampai dia menyelesaikan terlebih dahulu urusan utang-utangnya kepada sesama manusia.

BACA JUGA: Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Menurut Islam

Kalau kedua kewajiban tersebut disandingkan, maka muncullah pertanyaan yang cukup menarik. Mana yang harus didahulukan? Bayar zakat atau bayar hutang?

Sebelumnya perlu dipahami bahwa tidak semua jenis harta terkena kewajiban zakat. Ada beberapa kriteria tertentu yang harus terpenuhi agar harta itu berstatus wajib dizakatkan.

Di antara sekian banyak syarat, salah satunya adalah bahwa harta itu telah melebihi kebutuhan dasar. Seandainya ada seseorang yang pada dasarnya punya harta melebihi nisab, namun kebutuhan dasarnya jauh lebih besar, maka harta itu harus untuk menutupi kebutuhan paling dasar terlebih dahulu. Bila masih ada sisanya, barulah dikeluarkan zakatnya.

Selain itu, pemilik harta itu terbebas dari beban harus membayar utang. Istilahnya as-salamatu minad-dain. Maksudnya, seseorang baru dibebani untuk berzakat manakala harta yang dimilikinya bebas dari hak milik ‘semu’ milik orang lain. Seorang yang berutang dan sudah jatuh tempo untuk membayarnya, jelas-jelas punya kewajiban nomor satu untuk membayar utangnya. Sedangkan kewajiban bayar zakat baru muncul manakala utang yang menjadi kewajiban membayar utangnya terlebih dahulu.

Jadi jelas sekali bahwa hutang lebih harus didahulukan sebelum membayar zakat karena harta yang dapat dizakatkan adalah harta yang telah terbebas dari segala tanggung jawab.

-Berbagai sumber-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *