YUDIAN: Muslim Indonesia Harus Berdaya Saing Internasional

berdaya saing internasional

YOGYAKARTA,  BIO.COM—Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memasuki hari kedua. Kali ini, terdapat tiga lokakarya dan satu seminar diskusi membahas masalah keterbelakangan Muslim Asia.

Pelaksanaan hari kedua mengangkat agenda Higher Educatiion Instituion and Cooperation. Hadir sebagai pembincara seperti Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan University of the Phillippines, Fidel Nemenzo. Konferensi dibuka langsung Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi.

Yudian menekankan, keterbelakangan Muslim Indonesia selama ini banyak disebabkan sempitnya intrepretasi Muslim itu sendiri terhadap Islam. Padahal, sebagai manusia justru seorang Muslim harus kompetitif.

BACA JUGA: Nissa Sabyan Dapat Anugerah Penyanyi Muda Inspiratif

Selain itu, ia berpendapat, seorang Muslim harus memilki ketertarikan untuk meningkatkan kualitas dirinya, tidak sekadar dalam kompetensi lokal. Artinya, harus terbangun ketertarikan menjadikan diri berdaya saing internasional.

Itu harus, kalau anda mau menjadi pemenang, kalau anda mau sukses, tanpa (kompetensi) itu kita tidak akan pernah berhasil,” kata Yudian di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga.

Untuk itu, ia merasa pertemuan-pertemuan dan organisasi-organisasi internasional seperti AIUA memang memiliki posisi yang sangat penting. Sebab, ini merupakan sarana meningkatkan daya saing, terutama bagi sumber-sumber daya di perguruan tinggi Islam.

Dalam materinya, Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Titi Savitri Prihatiningsih menyayangkan, kualitas belakangan banyak dipahami sebagai keharusan memiliki dokumen semata. Padahal, kualitas miliki makna yang sangat luas.

 

Sumber: Eramuslim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *