Keutamaan Bulan Dzulhijah

Dzulhijjah

 

JAKARTA,BIO.COM – – Keutamaan bulan dzulhijjah, puasa bulan dzulhijah, atau, ibadah di bulan dzulhijah. Hal ini yang sering menjadi pembicaraan saat menjelang bulan agung tersebut.

 

Bulan Dzul Hijjah, dinamakan dengan bulan tersebut karena di bulan ini umat Islam, sejak zaman Nabi Ibrahim Alahis Salam menunaikan ibadah haji. Bulan ini termasuk al-Asyharu al- Huraum atau bulan-bulan haram. Di mana Allah mensucikan bulan ini dan menjadikan bulan ini sebagai bulan pilihan di seluruh bulan lainnya. Allah berfirman :

 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

 

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At Taubah: 36)

 

Dalam sebuah keterangannya, Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah meriwayatkan bahwa Sahabat Abdullah ibn Abbas radhiallahu Anhuma mengatakan, “Allah telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci, mengagungkan kehormatannya, serta menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan ini menjadi lebih besar (nilainya), dan menjadikan amalan shalih serta pahala pada bulan ini juga lebih besar”. (Tafsir ath-Thabari, VI/366).

 

Sementara itu  Al-Hafidh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Bulan-bulan yang diharamkan (disucikan) itu hanya ada empat. Tiga bulan secara berurutan dan satu bulannya terpisah lantaran adanya manasik haji dan umrah. Maka ada satu bulan yang telah diharamkan yang letaknya sebelum bulan-bulan haji, yaitu bulan Dzulqo’dah, karena ketika itu mereka menahan diri/berhenti dari berperang. Dan diharamkan bula Dzul Hijjah, karena pada bulan ini mereka pergi menunaikan ibadah haji, dan pada bulan ini mereka sibuk dengan berbagi ritual manasik haji. Dan diharamkan satu bulan setelahnya, yaitu Muharram, supaya mereka bisa kembali dari menunaikan haji menuju negri asal mereka dengan aman dan damai. Adapun diharamkan bulan Rajab yang berada di tengan tahun untuk memudahkan orang-orang yang berada di pinggiran/pelosok Jazirah Arab apabila ingin berkunjung ke Baitullah al-Haram. Maka bisa darang kembali ke negri mereka dengan aman. (Tafsir ibni Katsiir, IV/148).

Untuk itu bagi yang mampu secara financial maupun fisik di bulan Dzulhijjah ini kaum muslimin diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah atau negeri Arab Saudi.

 

Sementara yang financial terbatas namun cukup untuk berqurban atau kurban maka disunnahkan untuk menyembelih seorang sapi atau domba.  [ ]

Sumber: cianjurkotasantri.com

4

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

813

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *