Cara Mengasuh Anak Yang Benar, Bantu Masa Depannya

Suami Istri Anak

 

JAKARTA,BIO.COM – – Sebagai orangtua yang baik, Anda tentu wajib memberikan sesuatu yang terbaik bagi anak. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pengajaran dan pendidikan yang baik bagi tumbuh kembang sang anak.

 

Mungkin setiap orangtua memiliki karakteristik dan cara tersendiri dalam mengasuh buah hatinya. Ada yang bersikap tegas maupun bersikap lemah lembut dalam memberikan pengajaran.

Semua cara yang Anda lakukan sebenarnya betul, jika semuanya betujuan demi kebaikan sang anak. Tapi bukan rahasia bahwa gaya pengasuhan dapat sangat menentukan masa depan seorang anak dalam kehidupan.

 

Lantas, bagaimana cara orangtua untuk merawat anaknya dengan baik dan benar? Menyadur dari She Knows,  Rabu (7/11/2018),

1. Menunjukkan gaya pengasuhan yang otoritatif

Orangtua yang sukses membesarkan anaknya menunjukkan gaya pengasuhan otoritatif daripada otoriter. Pola asuh otoritatif dapat diterapkan dengan cara demokrasi. orangtua yang berwibawa akan menetapkan aturan dan mengharapkan mereka untuk mengikuti, tetapi mereka juga mengizinkan aturan yang mereka terapkan untuk diperdebatkan.

 

Sementara orangtua otoriter tidak mengizinkan perdebatan atau bahkan mempertanyakan aturan. Anak-anak dari orangtua otoriter cenderung memiliki harga diri yang lebih rendah dan berada pada risiko yang lebih besar terhadap depresi daripada orangtua yang berwibawa.

 

2. Memilih diet sehat & berolahraga untuk kesehatan diri mereka sendiri

Orangtua yang memiliki fisik sehat lebih mampu mengatur anak mereka, dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka. Anak-anak pun dapat memandang orangtua mereka, sebagai teladan yang cocok diikuti. Anak-anak dengan orangtua yang sehat cenderung meniru perilaku sehat sepanjang hidup mereka.

 

3. Mengekspos anak ke budaya yang berbeda

Mengekspos anak-anak ke berbagai tempat, orang dan budaya yang berbeda, dapat membantu mereka untuk menggunakan bagian otak yang tidak digunakan dalam lingkungan masa kanak-kanak. Bepergian dapat mengaktifkan area otak yang bertanggung jawab untuk fungsi kognitif, kecerdasan sosial, perhatian, motivasi, dan memori anak

4. Memberi tugas kepada anak

Harvard Grant Study menegaskan bahwa prediktor terbesar dari kesuksesan seseorang adalah apakah mereka diberi tugas sebagai seorang anak atau tidak.

Tugas-tugas ini membantu anak belajar disiplin, prioritas, kerja sama dan kerja tim. Memberikan mereka tugas akan membuatnya siap untuk menghadapi dunia nyata dan kerja keras yang dibutuhkan. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengantisipasi dedikasi yang dibutuhkan dari pendidikan lanjutan atau karir. [ ]

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

921

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *