Muktamar Pemuda Muhammadiyah 2018, Ini Calon Kuta Jadi Ketua Umum

YOGYAKARTA,BIO.COM  — Muktamar Pemuda Muhammadiyah 2018, Agenda pemilihan ketua umum sebagai puncak perhelatan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), akan digelar Rabu (28/11). Enam kandidat bersaing memperebutkan setidaknya 1.200 suara anggota Pemuda Muhammadiyah dari seluruh penjuru nusantara.

 

“Sesuai agenda, besok (Rabu) pagi hingga sore. Mekanisme voting, one man one vote,” ujar Ketua Panitia Pemilihan (Panlih), Irfannusir Rasman, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/11/2018). Adapun agenda muktamar pada hari ini masih pada agenda sidang-sidang komisi.

 

Mengenai profil keenam kandidat, Irfan yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan, ada tiga kandidat kuat yang diyakini akan bersaing ketat menggantikan posisi Dahnil Anzar tersebut.

 

“Ahmad Fanani, Sunanto, dan Ahmad Labib,” kata Nanto menegaskan.

 

Ahmad Fanani dikenal sebagai kader Muhammadiyah berlatarbelakang wiraswasta. Sosoknya, kata Irfan, dikenal loyal dan banyak terlibat dalam sejumlah kegiatan Pemuda Muhammadiyah.

 

Sementara itu, Sunanto, atau yang akrab dikenal Cak Nanto, merupakan kader dengan latar belakang aktivis, yang juga dikenal luas sebagai Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Sementara itu Ahmad Labib, kandidat yang tergabung di salah satu parpol peserta pemilu 2019.

 

“Ketiganya itu yang diketahui banyak roadshow ke sejumlah voters di daerah-daerah,” kata Irfan.

 

Selain ketiga nama itu, kandidat ketua umum lainnya Andi Fajar Asti, Faisal, dan Muhammad Sukron. Enam kandidat tersebut ditetapkan panitia pemilih melalui proses internal organisasi sebelum namanya ditetapkan dalam arena muktamar.

 

Proses pemilihan ketua umum, kata Irfan, berbarengan dengan pemilihan 12 nama formatur kepengurusan Muhammadiyah. Diketahui sebelumnya, selain enam calon ketua umum, panitia pemilihan juga telah menetapkan 42 nama calon tetap formatur Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022.

 

“Para voters akan diberikan dua kertas suara, untuk memilih ketua umum dan formatur,” ujar dia.  [ ]

Sumber: cnnindonesia.com

4

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *