Keutamaan dan Mafaat Wudhu

 

JAKARTA, BIO.COM – –  Cara wudhu bagi perempuan,manfaat wudhu,keutamaan wudhu,faedah wudhu,wudhu perempuan.

 

Fadhilah dan Keutamaan Berwudhu Menurut Alquran dan Hadits – Wudhu adalah amalan yang paling utama lagi mulia, dan cukuplah yang menunjukkan dalil akan keutamaannya adalah bahwa dia merupakan syarat sahnya shalat yang merupakan tiang agama dan rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat. Karenanya barangsiapa yang mengerjakan shalat tanpa wudhu (bagi yang berhadats kecil) maka shalatnya tidak sah dan dia telah terjatuh ke dalam dosa besar.

 

Ibadah Wudhu apabila dilakukan dengan sempurna sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka akan mendatangkan keutamaan yang sangat banyak bagi pelakunya, di antaranya:

 

  1. Penghapus Dosa

Orang yang berwudhu dengan benar dan sempurna maka dosa-dosa yang diperbuat oleh anggota wudhunya akan keluar (terhapus) bersamaan dengan keluarnya tetesan air wudhunya. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

 

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ ».

 

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

Barangsiapa Yang Berwudhu Lalu Membaguskan Wudhunya’, Keluarlah Dosa-Dosanya Dari Badannya Bahkan (Dosa-Dosanya) Akan Keluar Dari Bawah Kuku-Kukunya.

(Shohih. HR.Muslim I/149 no.601)

 

Maksud memperbaiki wudhu adalah mengerjakannya secara sempurna (mencakup rukun, wajib, dan sunnah wudhu) sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ – أَوِ الْمُؤْمِنُ – فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلاَهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ ».

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

“Apabila Seorang Hamba Muslim Atau Mukmin Berwudhu, Lalu Membasuh Wajahnya Maka Keluarlah Dari Wajahnya Segala Dosa-Dosa Karena Penglihatan Matanya Bersama Dengan Air Atau Bersama Tetes Air Yang Terakhir.Apabila Membasuh Kedua Tangannya Maka Keluarlah Dari Kedua Tangannya Segala Dosa-Dosa Karena Perbuatan Kedua Tangannya Bersama Dengan Air Atau Bersama Tetes Air Yang Terakhir.Apabila Membasuh Kedua Kakinya Maka Keluarlah Dari Kedua Kakinya Segala Dosa-Dosa Yang Ditempuh Oleh Kedua Kakinya Bersama Dengan Air Atau Bersama Tetes Air Yang Terakhir Sehingga Ia Keluar Dalam Keadaan Bersih Dari Dosa-Dosa”.

(Shohih. HR. Ahmad II/303 no.8007, Muslim I/215 no.244, Tirmidzi I/6 no.2, dan selainnya).

 

  1. Ditemani malaikat saat tidur di malam hari dan malakikat tersebut akan memohon supaya dosa diampuni karena sudah tidur dalam keadaan bersuci.

 

Rasulullah bersabda,

 

Sucikanlah Jasad-Jasad Ini, Niscaya Allah Akan Menyucikan Kalian. Karena Tak Seorang Hambapun Yang Tidur Di Malam Hari Dalam Keadaan Suci, Melainkan Ia Akan Ditemani Seorang Malaikat Yang Berada Di Selimutnya Dan Tidak Bergerak Sedikitpun Sepanjang Malam Dan Hanya Berdoa,”Ya Allah, Ampunilah Hambamu Ini, Karena Ia Tidur Dalam Keadaan Bersuci.”

(HR. Ath Thabrani dinilai shahih oleh Syaikh al Albani dalam Shahihul Jamie : 3936)

 

Rasulullah Saw bersabda,

 

Jika Seorang Hamba Menjaga Shalatnya, Menyempurnakan Wudhunya, Rukuknya, Sujudnya, Dan Bacaannya, Maka Shalat Akan Berkata Kepadanya, ‘Semoga Allah Swt Menjagamu Sebagaimana Kamu Menjagaku’, Dia Naik Dengannya Ke Langit Dan Memiliki Cahaya Hingga Sampai Kepada Allah Swt Dan Shalat Memberi Syafaat Kepadanya.”

(Riwayat Thabrani dair Ubadah bin Shamit)

 

  1. Meninggikan Derajat

Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ». قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ».

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

“Maukah Kalian Aku Tunjukkan Kepada Sesuatu Yang Dengannya Allah Akan Menghapuskan Dosa-Dosa Dan Menaikkan Derajat ?” Para Shahabat Menjawab: “Mau, Wahai Rasulullah !” Beliau Bersabda: ”Menyempurnakan Wudhu Pada Saat-Saat Yang Tidak Disukai, Memperbanyak Langkah Ke Masjid Dan Menunggu Sholat Berikutnya Setelah Melakukan Sholat. Maka Itulah Yang Dinamai Ribath (Berjaga-Jaga Di Garis Perbatasan)”.

(Shohih. HR. Ahmad II/303 no.8008, Muslim I/219 no.251, Tirmidzi I/72 no.51, dan an-Nasa’i I/89 no.143).

 

Ribath adalah amalan berjaga-jaga di daerah perbatasan antara daerah kaum muslimin dengan daerah musuh. Maksudnya pahalanya disamakan dengan pahala orang yang melakukan ribath.

 

  1. Wajah Tampak Bercahaya

Pada hari Kiamat, orang yang berwudhu dengan benar dan sempurna akan mendapatkan cahaya pada wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya dengan sebab dia mencuci wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya dalam berwudhu. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « إِنَّ أُمَّتِى يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ »

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

Sesungguhnya Umatku Akan Dihadirkan Pada Hari Kiamat Dengan Wajah, Tangan, Dan Kaki Yang Bercahaya Karena Bekas-Bekas Wudhu Mereka. Karenanya Barangsiapa Di Antara Kalian Yang Bisa Memperpanjang Cahayanya Maka Hendaklah Dia Lakukan.”

(Shohih. HR. Bukhari I/63 no. 136, dan Muslim I/216 no. 246).

 

Abu Hurairah ra berkata jika Rasulullah SAW bersabda,

 

Sesungguhnya Saudara-Saudara Kami Itu Akan Datang Dalam Keadaan Putih Cemerlang Karena Wudhu Dan Aku Yang Akan Membimbing Mereka Ke Telaga”.

(Riwayat Muslim)

 

Di dalam haditsnya, Abu Hurairah ra berkata,

 

“Saya Mendengar Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Pada Hari Kiamat Nanti Umatku Akan Dipanggil Dalam Keadaan Putih Cemerlang Dari Bekas Wudhu. Dan Barangsiapa Yang Mampu Untuk Memperlebar Putihnya Maka Kerjakanlah Hal Itu“.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

 

Rasulullah bersabda,

 

Perhiasan (Cahaya) Seorang Mukmin Di Akhirat Akan Sesuai Dengan Jangkauan Wudhunya.’

(HR. Muslim)

BACA JUGA: Hukum Shalat Berjamaah Berbeda Mazhab

  1. Merupakan Separuh Keimanan

Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

 

عَنْ أَبِى مَالِكٍ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ. وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ – أَوْ تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا ».

 

Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Bersuci Adalah Separuh Dari Keimanan, Ucapan ‘Alhamdulillah’ Akan Memenuhi Timbangan, ‘Subhanalloh Dan Alhamdulillah’ Akan Memenuhi Ruangan Langit Dan Bumi, Sholat Adalah Cahaya, Dan Sedekah Itu Merupakan Bukti, Kesabaran Itu Merupakan Sinar, Dan Al Quran Itu Merupakan Hujjah Yang Akan Membela Atau Menuntutmu.Setiap Jiwa Manusia Melakukan Amal Untuk Menjual Dirinya, Maka Sebagian Mereka Ada Yang Membebaskannya (Dari Siksa Allah) Dan Sebagian Lain Ada Yang Menjerumuskannya (Dalam Siksa-Nya).” (Shohih. HR Muslim I/203 no.223, dan Ahmad V/342 no.22953)

 

  1. Langkah Kakinya Sebagai Amal

Orang yang berwudhu dengan benar dan sempurna maka akan diampuni semua dosanya yang telah berlalu, dan setiap langkah kakinya ke masjid akan dihitung sebagai amalan sunnah. Demikian pula shalat (sunnah wudhu) yang dia lakukan setelahnya. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

 

عَنْ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ تَوَضَّأَ هَكَذَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَكَانَتْ صَلاَتُهُ وَمَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ نَافِلَةً »

 

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

“Barangsiapa Yang Berwudhu Seperti Ini Maka Akan Diampuni Dosa-Dosanya Yang Telah Lalu. Sholat Dan Berjalannya Menuju Ke Masjid Merupakan Nafilah (Sunnah).” (Shohih. HR.Muslim I/207/229)

 

Karenanya, disunnahkan untuk berjalan kaki ke masjid selama masih memungkinkan dan tidak menaiki kendaraan, demikian pula disunnahkan untuk mengerjakan shalat sunnah wudhu.

 

Dan yang dimaksud dengan sabda Nabi dalam hadits di atas: (maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu) adalah dosa-dosa kecil, karena para ulama menyatakan bahwa dosa besar hanya bisa terhapus dengan taubat nasuha dan istighfar. [ ]

Sumber: catatanlogi.com

5

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

940

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *