Wanita Yang Haram Dinikahi (Mahram), Ini 3 Golongan Itu

JAKARTA,BIO.COM – – Hukum nikah,syarat nikah,mahram, Dalam pembahasan fiqih khususnya pada bab nikah, banyak sekali penjelasan tentang masalah tersebut, termasuk salah satunya wanita yang haram dinikahi, atau biasa disebut sebagai mahram.

Mahram

Mahram adalah sebuah istilah yang berarti wanita yang haram dinikahi. Mahram berasal dari makna haram, yaitu wanita yang haram dinikahi. Sebenarnya antara keharaman menikahi seorang wanita dengan kaitannya bolehnya terlihat sebagian aurat ada hubungan langsung dan tidak langsung.

Hubungan langsung adalah bila hubungannya seperti akibat hubungan faktor family atau keluarga. Hubungan tidak langsung adalah karena faktor diri wanita tersebut. Misalnya, seorang wanita yang sedang punya suami, hukumnya haram dinikahi orang lain. Juga seorang wanita yang masih dalam masa iddah talak dari suaminya. Atau wanita kafir yang bukan kitabiyah, yaitu wanita yang agamanya adalah agama penyembah berhala seperi Majusi, Hindu, dan Budha.

Hubungan mahram ini melahirkan beberapa konsekuensi, yaitu hubungan mahram yang bersifat permanen, antara lain; kebolehan berkhalwat (berduaan) yaitu kebolehan bepergiannya seorang wanita dalam safar lebih dari 3 hari asal ditemani mahramnya, dankebolehan melihat sebagian dari aurat wanita mahram, seperti kepala, rambut, tangan dan kaki.

Sedangkan hubungan mahram yang selain itu adalah sekedar haram untuk dinikahi, tetapi tidak membuat halalnya berkhalwat, bepergian berdua atau melihat sebagian dari auratnya. Hubungan mahram ini adalah hubungan mahram yang bersifat sementara saja.

Mahram Dalam Surat An-Nisa

Allah SWT telah berfirman dalam surat An-Nisa :

Diharamkan atas kamu ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan ; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu ; anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu , maka tidak berdosa kamu mengawininya; isteri-isteri anak kandungmu ; dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 23)

Dari ayat ini dapat kita rinci ada beberapa kriteria orang yang haram dinikahi. Dan sekaligus juga menjadi orang yang boleh melihat bagian aurat tertentu dari wanita. Mereka adalah; (1) Ibu kandung, (2) Anak-anakmu yang perempuan, (3) Saudara-saudaramu yang perempuan, (4) Saudara-saudara, (5) bapakmu yang perempuan, (6) Saudara-saudara ibumu yang perempuan, (7) Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang lakilaki, (8) Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, (9) Ibu-ibumu yang menyusui kamu (10) Saudara perempuan sepersusuan, (11) Ibu-ibu isterimu, (12) Anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, (13) Isteri-isteri anak kandungmu.

Pembagian Mahram Sesuai Klasifikasi Para Ulama

Tentang siapa saja yang menjadi mahram, para ulama membaginya menjadi dua klasifikasi besar. Pertama  mahram yang bersifat abadi, yaitu keharaman yang tetap akan terus melekat selamanya antara laki-laki dan perempuan, apa pun yang terjadi antara keduanya. Kedua mahram yang bersifat sementara, yaitu kemahraman yang sewaktu-waktu berubah menjadi tidak mahram, tergantung tindakan-tindakan tertentu yang terkait dengan syariah yang terjadi.

Mahram Yang Bersifat Abadi

Para ulama membagi mahram yang bersifat abadi ini menjadi tiga kelompok berdasarkan penyebabnya. Yaitu karena sebab hubungan nasab, karena hubungan pernikahan (perbesanan dan karena hubungan akibat persusuan.

1. Mahram Karena Nasab

diharamkan untuk dinikahi (mahram) adalah; (a) Ibu kandung dan seterusnya keatas seperti nenek, ibunya nenek. (b) Anak wanita dan seteresnya ke bawah seperti anak perempuannya anak perempuan. (c) Saudara kandung wanita. (d) Ammat / Bibi (saudara wanita ayah). (e) Khaalaat / Bibi (saudara wanita ibu). (f) Banatul Akh / Anak wanita dari saudara laki-laki. (g) Banatul Ukht / anak wnaita dari saudara wanita.

2. Mahram Karena Mushaharah (besanan/ipar) Atau Sebab Pernikahan

Wanita yang haram dinikahi (mahram) karena mushaharah (besanan/ipar) atau sebab pernikahan adalah; (a) Ibu dari istri (mertua wanita). (b) Anak wanita dari istri (anak tiri). (c) Istri dari anak laki-laki (menantu peremuan). (d) Istri dari ayah (ibu tiri).

3. Mahram Karena Penyusuan

Wanita yang haram dinikahi (mahram) kerena penyusuan adalah; (a) Ibu yang menyusui. (b) Ibu dari wanita yang menyusui (nenek). (c) Ibu dari suami yang istrinya menyusuinya (nenek juga). (d) Anak wanita dari ibu yang menyusui (saudara wanita sesusuan). (e) Saudara wanita dari suami wanita yang menyusui. (f) Saudara wanita dari ibu yang menyusui. [ ]

Sumber: konsultasisyariah.com
4
740

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *