Hukum Mendoakan Orang Yang Sudah Meninggal Menurut Islam, Boleh atau Tidak ?

 

JAKARTA,BIO.COM – – Hukum Mendoakan Orang Yang Sudah Meninggal Menurut Islam, Mendoakan orang yang meninggal,buku doa,buku cara berdoa,Berdoa di kuburan. Bagaimana ketentuannya?.

 

Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,”Apabila seorang manusia meninggal maka terputus amalnya kecuali yang tiga, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya.”

 

Imam Nawawi didalam ”Syarh” nya menyebutkan bahwa para ulama mengatakan,”Makna hadits itu adalah amal orang yang meninggal terputus dengan kematiannya dan terputuslah jawaban baginya kecuali tiga hal karena dirinya yang menjadi sebab itu semua. Sesungguhnya anak merupakan hasil dari usahanya demikian pula ilmu yang ditinggalkannya dari pengajaran atau karya-karyanya serta sedekah jariyah adalah wakaf.”

 

Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa didalam hadits itu dijelaskan bahwa doa pahalanya akan sampai kepada si mayit, demikian pula sedekah, keduanya adalah perkara yang telah disepakati… (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XI juz 122 – 123)

 

Makna anak yang shaleh adalah anak yang berasal dari sulbinya (keturunannya). Akan tetapi apabila doa itu berasal dari orang lain (muslim) untuk saudaranya yang muslim maka doa itu pun dapat bermanfaat bagi si mayit, sebagaimana sanjungan Allah swt kepada orang-orang beriman yang datang setelah saudara-saudara mereka kemudian mendoakan mereka dengan doanya :

 

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

 

Artinya : ”Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr : 10)

 

Didalam doa tasyahud juga disebutkan ”Semoga kesejahteraan bagimu wahai Nabi juga rahmat dan berkah Allah. Semoga kesejahteraan juga kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shaleh” Sesungguhnya apabila dia mengatakan hal itu maka akan mengenai setiap hamba yang shaleh di langit dan bumi.” (HR. Bukhori)

 

Juga hadits Abu Darda bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya ketika (orang yang didoakan itu) tidak ada kecuali para malaikat akan mengatakan, ’Bagi kamu juga seperti itu.” (HR. Muslim)

 

Disyariatkannya doa seorang muslim untuk kaum muslimin yang telah meninggal apabila dia melintasi pemakaman, sebagaimana didalam hadits Buraidah berkata, ”Rasulullah saw mengajari mereka apabila keluar menuju pemakaman hendaklah mengatakan,’

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ َلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

Artinya “Semoga kesejahteraan bagi kalian wahai para penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin. Dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul. Aku meminta kepada Allah keselamatan buat kami dan kalian.” (HR. Muslim)

 

Demikian pula doa untuk mayit ketika menshalatinya, didalam hadits Abu Hurairoh berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Apabila kalian menshalati seorang mayit maka ikhlaskanlah doamu untuknya.” (HR. Abu Daud)

 

Sumber: eramuslim.com

580

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *