Hukum Mengusap Muka Sesudah Berdoa

JAKARTA,BIO – – Hukum Mengusap Muka Setelah Selesai Berdoa, Hukum Mengusap Muka Sesudah Berdoa,Cara Berdoa,Buku Doa,Hukum Berdoa

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, saya seorang mahasiswa yang sedang menjalani praktek kerja lapangan (PKL) disebuah desa. Saya mencoba membaur dengan warga termasuk dalam ibadah shalat di masjid. Namun saya ditegur saat selesai berdoa tidak mengusap muka atau wajah. Saya jelaskan alasannya namun katanya saya yang salah. Bagaimana hukum mengusap wajah/muka usai berdoa? Mohon penjelasannya dan terima kasih ( …… )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sabahat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Berdoa adalah salah bentuk ibadah kepada Allah Swt dan sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk berdoa. Sebab, doa adalah menunjukkan kelemahan seorang manusia atau hamba dalam mewujudkan keinginannnya.

 

Allah sangat senang jika hamba-Nya meminta atau berdoa. Dalam Al Quran dengan jelas Allah Swt tegaskan,

 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku ( Allah) , maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” ( QS.Al Baqarah: 186 )

 

Jadi doa ini boleh dilakukan disegala waktu maupun situasi. Namun tentunya lebih utama dikerjakan pada waktu-waktu sangat musjatab terkabulnya doa, termasuk selesai shalat.

 

Kemudian menjawab pertanyaan Anda, apakah mengusap muka atau wajah usai berdoa sebuah keharusan? Apakah tidak sempurna jika berdoa tidak mengusap muka?

 

Supaya adil dalam menilai atau menganalisis persoalan, saya akan kemukakan alasan yang menganjurkan untuk mengusap wajah setelah berdoa dan alasan yang menganggap bahwa mengusap wajah itu tidak dicontohkan Rasulullah Saw.

 

Orang yang menganjurkan agar mengusap wajah setelah berdoa, merujuk pada keterangan-keterangan berikut ini.

 

Ibnu Abbas r.a. berkata, sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Mohonlah kepada Allah dengan telapak tanganmu dan jangan memohon kepada-Nya dengan punggung tanganmu, dan apabila kamu telah selesai berdoa, maka usapkanlah kedua telapak tangan itu pada wajahmu.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud).

 

Yang dimaksud “mohonlah kepada Allah dengan telapak tanganmu dan jangan memohon kepada-Nya dengan punggung tanganmu” adalah berdoalah sambil menengadahkan/mengangkat tangan. Jadi menurut hadis ini, berdoa itu harus sambil mengangkat/menengadahkan tangan. Setelah selesai, usapkan telapak tangan itu pada wajah.

 

Dalam haditsnya dari Umar bin Khattab r.a. berkata, “Apabila berdoa, Rasulullah Saw. selalu mengangkat kedua tangannya, dan beliau tidak menurunkannya sebelum mengusap wajahnya.” (H.R. Tirmidzi).

 

Keterangan ini menegaskan bahwa Rasulullah Saw. selalu mengangkat tangan saat berdoa dan apabila selesai berdoa beliau selalu mengusap wajahnya.

 

Inilah dua keterangan yang dijadikan alasan oleh orang yang menganjurkan untuk mengusap wajah selesai berdoa. Namun dalil-dalil di atas dikritik oleh orang yang berpendapat bahwa mengusap wajah setelah berdoa tidak dicontohkan Rasulullah Saw. Alasannya sebagai berikut.

 

Keterangan atau dalil pertama yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Abu Daud dinilai dlaif  atau lemah sehingga tidak bisa dijadikan dalil atau sandaran , karena dalam sanadnya ada seorang rawi bernama Muhammad bin Ka’ab yang dinilai lemah oleh Abu Daud sendiri.

 

Keterangan atau dalil kedua yang diriwayatkan oleh Tirmidzi juga dinilai dlaif (lemah dan tidak bisa dijadikan dalil), karena dalam sanadnya ada rawi bernama Hammad bin Isa yang dinilai lemah oleh Abu Daud, Abu Hatim, dan Daraquthni.

Atas dasar inilah, disimpulkan bahwa keterangan-keterangan atau dalil-dalil yang digunakan orang-orang yang menganjurkan untuk mengusap wajah setelah berdoa tidak bisa diamalkan, karena dari hasil penelitian para ahli hadis terbukti bahwa keterangan-keterangannya dlaif.

 

 

Oleh sebab itu, Ibnu Taimiyyah dalam bukunya Fatawa Ibn Taimiyyah, Vol. I, hal. 159 menyebutkan, “Adapun mengenai satu atau dua dalil tentang mengusap wajah setelah bedoa tidaklah bisa dijadikan alasan karena dlaif.”

 

 

Menganalisis alasan-alasan yang disampaikan kedua belah pihak, bisa disimpulkan bahwa mengusap wajah setelah berdoa memang ada dalilnya. Namun menurut penelitian para ahli hadis, dalil-dalil tersebut dlaif alias tidak bisa diamalkan. Maka, dengan tidak mengurangi rasa hormat pada yang suka melakukannya, perlu saya tegaskan bahwa mengusap wajah setelah berdoa tidak perlu dikerjakan karena dalil-dalilnya dinilai lemah.

 

Namun demikian tidak perlu saling menyalah baik yang mengusap muka maupun yang tidak mengusap wajah. Sebab, menurut hemat saya intinya bukan pada hal itu. Melainkan berdoanya itu sebuah ibadah yang dianjurkan Allah. Lebih baik saling menghormati dan menghargai, sebab ini bukan hal yang prinsip dalam ibadah melainkan perbedaan makna saja yang tidak  mengurangi nilai ibadah doa.

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Nah, terkait dengan panduan berdoa ini Anda dan bapak ibu sekalian dapat membaca buku saya yang berjudul ” DOA ORANG-ORANG SUKSES“. Didalamnya ada contoh doa juga cara berdoa yang diambil dari Al Quran dan hadits shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Sumber: Tanya Jawab Ustadz Online bersama Ustadz Aam Amiruddin

 

4

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

480

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *