Suku Pro Militer Mali Bunuh 134 Warga Muslim Kabilah Fulani

 

MALI,BIO.COM – –   Sedikitnya 134 anggota suku Fulani tewas dibantai oleh milisi suku Agounzago di Mali tengah pada Sabtu (22/03/2019). Pembantaian ini diduga sebagai balasan atas serangan di kamp militer Mali yang menewaskan puluhan tentara.

 

Suku Agounzago menuduh suku Fulani mendukung kelompok “teroris” yang terkait Oranisasi Al-Qaidah di Mali utara. Sementara itu, suku Fulani mengatakan bahwa militer ikut dan suku Agounzago bekerja sama menyerang mereka dengan dalih memerangi “ekstremis”.

 

 

Kantor berita AFP melaporkan, pembantaian itu terjadi di desa Ogasago dan Willingan. Insiden ini terjadi bertepatan dengan kunjungan ke misi Dewan Keamanan PBB ke Mali untuk mencoba menemukan solusi bagi kekerasan yang menewaskan ratusan warga sipil tahun lalu.

 

 

Moulay Gindu, walikota Pankas yang merupakan kota di dekat lokasi kejadian, mengatakan bahwa orang-orang bersenjata dengan mengenakan pakaian tradisional khas suku Agounzago mengepung desa Ogasago sebelum menyerbunya sekitar pukul 4 pagi waktu setempat.

 

“Sejauh ini, polisi menemukan 134 mayat,” kata Gindu kepada Reuters melalui telepon dari Ogusago.

 

Dia mengatakan desa terdekat Willingan, yang juga merupakan rumah bagi suku Fulani, juga telah diserang, yang mengakibatkan korban tewas. Namun belum diketahui jumlah pastinya.

 

Sumber-sumber keamanan mengatakan korban tewas termasuk wanita, anak-anak dan lansia.

 

Seorang penduduk desa, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan serangan itu tampaknya sebagai tanggapan atas pengumuman Jamaah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM), member Al-Qaidah, pada Jumat lalu. JNIM bertaggung jawab atas serangan di kamp militer Mali dan menewaskan 23 tentara.

 

Dalam pernyataannya, aliansi organisasi jihadis di Mali itu mengatakan bahwa serangan tersebut sebagai pembalasan atas kekerasan oleh tentara Mali dan milisi terhadap suku Fulani.

 

Dalam perkembangan terkait, Presiden Mali Abu Bakar Keita memecat dua jenderalnya, yaitu Kepala Staf Angkatan Darat dan Kepala Staf Angkat Laut. Keduanya dinilai tidak mampu mengurangi kekerasan yang kian meningkat. [ ]

 

Sumber: AFP, Reuters,Kiblat

4

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

860

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *