Ramadhan 2019, Jatuh Tanggal Berapa ?

JAKARTA, BIO.COM – – Ramadhan 2019,Ramadhan 2019 Jatuh Pada Tanggal,Ramadhan Muhammadiyah,Ramadhan NU,Ramadhan Pemerintah

 

Ramadhan 2019 akan dimulai pada hari Senin, 6 Mei 2019 (mengacu ke Saudi Arabia) dan berakhir pada hari Selasa, 4 Juni 2019. Idul Fitri akan jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. Ini adalah tanggal tentatif, karena tanggal sebenarnya bergantung pada hasil pengamatan bulan Ramadhan 2019, bulan ke-9 pada kalender Islam (1440 Hijriah). Panjangnya bulan bervariasi antara 29 hingga 30 hari bergantung pada pengamatan bulan Syawal yang mengantarkan kita pada perayaan Idul Fitri yang dinantikan pada tanggal 1 Syawal.

 

Sejarah dan Kewajiban

Ramadhan (juga dikenal sebagai Ramzan, Ramadan, atau Ramathan), bulan puasa yang dimuliakan oleh umat muslim di seluruh dunia, merupakan salah satu dari lima pilar Islam (Rukun Islam). Kata tersebut berasal dari Bahasa Arab “ramida” yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “Panas Terik yang Menghanguskan”. Puasa diwajibkan bagi semua muslim dewasa pada tahun kedua Hijriah (migrasi umat muslim dari Mekah ke Madinah). Orang yang dibebaskan dari kewajiban berpuasa hanyalah mereka yang sedang bepergian, lanjut usia, hamil, diabetes, sakit kronis, menstruasi, atau menyusui. Banyak anak-anak berusaha untuk menyelesaikan puasa pada usia sedini mungkin; sebagai usaha berlatih untuk kemudian hari.

Kegiatan dan Berkah Ramadhan

Ramadhan, bulan ke-9 pada kalender Islam, ialah salah satu bulan yang paling diberkahi dalam Islam. Umat muslim berpuasa selama bulan ini, memaksimalkan diri dalam beribadah, dan meningkatkan zikir kepada Alloh SWT. Bulan Ramadhan berpuncak pada peringatan Idul Fitri yang meriah sebagai rasa syukur umat muslim kepada Alloh SWT atas bulan yang penuh berkah serta perayaan yang penuh semangat keagamaan. Bulan ini dipenuhi dengan perayaan dan kemeriahan umat muslim yang memperbanyak tadarus Quran dan memperbanyak doa-doa serta memaksimalkan waktu mereka dengan berzikir.

 

Umat muslim berpuasa selama bulan ini, karena berpuasa mengajarkan mereka arti kegigihan dan toleransi yang sesungguhnya. Selama bulan ini, muslim tidak hanya menahan diri dari rasa lapar dan haus selama waktu yang ditentukan, tapi mereka juga harus mengekang semua emosi negatif seperti amarah dan berusaha membuktikan diri mereka untuk menjadi muslim yang sempurna. Lebih jauh lagi, Quran diselesaikan pada bulan ini dan hal ini meningkatkan kesucian bulan tersebut.

Bagaimana Cara Berpuasa?

Puasa dilaksanakan oleh umat muslim sejak fajar hingga matahari terbenam, dengan waktu yang bervariasi di setiap daerah. Selama waktu tersebut, mereka menahan diri dari makan, minum, merokok dan terlibat dalam hubungan seksual. Pada bulan Ramadhan, umat muslim juga berusaha keras untuk menahan diri dari setiap perbuatan dosa seperti berbohong, mengutuk dan berkata salah. Makanan yang dimakan sebelum matahari terbit dikenal sebagai sahur, sedangkan yang dimakan setelah matahari terbenam dikenal sebagai iftar (berbuka puasa). Selama bulan tersebut, umat muslim cenderung menghabiskan hartanya dengan bermurah hati untuk menyediakan makanan bagi seluruh masyarakat (khusus yang kurang mampu). Pahala dari semua perbuatan baik meningkat selama bulan Ramadhan, baik itu dalam bentuk sholat maupun beramal. Hadits ini menguatkan fakta tersebut:

Apabila bulan Ramadan telah tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka dikunci, dan para setan dibelenggu.” (Shahih Bukhari 1899)

Sahur

Setiap hari, sebelum fajar, umat muslim melaksanakan makan sebelum memulai berpuasa yang disebut suhur. Setelah berhenti sesaat sebelum fajar, umat muslim melaksanakan Subuh, sholat pertama di awal hari. Sahur merupakan hal yang sangat penting selama bulan Ramadhan karena merupakan asupan utama bagi tubuh untuk sepanjang hari, dan harus direncanakan dengan baik sehingga hal ini membantumu tetap sehat.

Iftar (Berbuka Puasa)

Pada saat matahari terbenam, umat muslim berkumpul untuk makan iftar guna membatalkan puasa mereka. Tepat setelah mendengarkan adzan Magrib, mereka membaca doa berbuka puasa untuk memohon rezeki dari Allah (SWT). Kurma biasanya menjadi makanan pertama berbuka puasa sebagaimana Nabi Muhammad (SAW) membatalkan puasanya dengan tiga kurma, menurut beberapa tradisi. Cek artikel kami tentang manfaat kurma.

Pertemuan sosial sangat sering dilaksanakan ketika berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Hidangan tradisional sering disajikan, termasuk makanan penutup tradisional, dan terutama yang dibuat hanya pada bulan Ramadhan. [ ]

Sumber: islamicfinder.org

 

4

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

820

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *