Hukum Membayangkan Jima Dengan Istri Saat Ramadhan, Apakah Batal Puasa ?

 

 

JAKARTA, BIO.COM – –  Salah satu yang membatal ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah melakukan hubungan suami istri atau jima di siang hari. Selain batal puasa pelanggaran ini juga harus ditebus dengan kafarat atau denda dengan puasa berturut-turut selama 2 bulan, atau memerdekan budak. Cukup berat memang.

 

 

Namun bagaimana hukumnya jika sekedar membayangkan jima’ atau hubungan intim dengan istri atau suami? Apakah juga membatalkan puasa?. Berikut ini penjelasannya

 

 

Sebenarnya, khyalan itu tidak mutlak dari syaithan. Bisa juga dari kita. Namun membayangkan orang lain itu, tidak membatalkan puasa kalau tidak sampai orgasme. Akan tetapi, jelas perkejaan tersebut, bukan pekerjaan yg baik dan pasti akan sangat mengurangi nilai puasanya.

 

Terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang hukum masturbasi (onani); diantara mereka ada yang mengharamkannya secara mutlak, seperti pendapat para ulama Maliki dan Syafi’i.

 

 

Diantara mereka ada yang mengharamkannya dalam keadaan-keadaan tertentu dan mewajibkannya dalam keadaan yang lain, demikian menurut pendapat para ulama Hanafi.

 

 

Sedangkan para ulama Hambali berpendapat bahwa masturbasi adalah haram kecuali jika orang itu mengkhawatirkan terjadinya perzinahan sementara dirinya tidak memiliki istri, budak atau tidak punya biaya untuk melakukan pernikahan.

 

 

  1. Jika sekedar membayangkan jima atau hubungan dengan istri atau suami di waktu puasa, tidak haram dan tidak membatalkan puasanya.

 

  1. Kalau tahu dan sadar bahwa dengan membayangkan tersebut kemudian bisa keluar mani dan diteruskan, maka menjadi haram dan puasanya menjadi batal. Kemudian ia harus bayar qodho dan kaffarah.

 

  1. Kalau tidak tahu bahwa akan keluar mani, tetapi sadar ada gejala mau keluar mani, maka kalau diteruskan, hukumnya seperti point no. 2.

 

  1. Kalau tidak tahu bahwa akan keluar mani, dan tidak ada gejala sama sekali akan keluar tapi tahu-tahu sudah keluar begitu saja, maka sekalipun tidak wajib qodho dan kaffarah, maka sebaiknya dua-duanya yakni qadlo dan kafarah tersebut dilakukan.

 

Begitu juga dengan melakukan kemesraan antara suami dan istri di waktu puasa tidak membatalkan puasa, asal tidak menelan sesuatu juga tidak keluar sperma atau mani. Kalau keluar mani atau sperma maka menjadi batal.

 

Demikian juga asal kemesraan tersebut tidak sampai memasukkan kemaluan ke kemaluan, atau tidak sampai keluar mania tau orgasme, maka tidak berdosa dan tidak pula membatalkan puasa. Akan tetapi makruh dan sebaiknya dihindari saja, karena godan setan pasti lebih kuat lagi. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

quran

4

 

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

780

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *