Hukum Puasa Masih Keadaan Junub, Sah atau Batal ?

JAKARTA,BIO.COM – – Hukum Puasa Masih Keadaan Junub, Puasa Belum Mandi Junub

 

 

Tanya:

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,Pak Ustadz, saya tadi malam habis melakukan hubungan suami istri dengan pasangan saya. Nah, setelah itu selesai, kita langsung tidur dan kebablasan bangun siang, belum sempat mandi wajib. Kalau begini, puasa saya bagaimana, ya? Saya sih niat pas sebelum tidurnya biar bangun-bangun tinggal sahur, ternyata bablas. Gimana solusinya ya Pak Ustadz?

 

Jawab:

 

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu,

 

 

Orang yang bangun tidur setelah Subuh dalam keadaan junub tetap dapat melaksanakan puasa. Setelah itu dia harus mandi junub. Tidak diwajibkan untuk langsung mandi, tapi kalau bisa langsung, kenapa tidak. Supaya ibadah puasanya tetap berjalan lancar.

 

 

Tapi, kalau kondisinya berhubungan badan kemudian masuk waktu Subuh, yang bisa dilakukan ialah menghentikan aktivitas hubungan seksual dengan cara mencabut Mr P-nya dari kemaluan pasangan. Hal ini dimaksudkan agar puasanya tetap sah.

 

 

وكذا لو كان مجامعا عند ابتداء طلوع الفجر فنزع في الحال أي عقب طلوعه فلا يفطر وإن أنزل لأن النزع ترك للجماع

 

 

Artinya:

 

 

Sama halnya (tetap sah puasa) saat seseorang sedang berjimak lalu tiba waktu terbit fajar, kemudian dia mencabutnya seketika maksudnya setelah fajar terbit, maka puasanya tidak batal sekalipun dia mengalami ejakulasi. Pasalnya, pencabutan Mr P itu sama dengan meninggalkan jimak,” (Lihat Syakh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu‘in pada hamisy I‘anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425 H-1426 H], juz II, halaman 266).

 

 

I‘anatut Thalibin mensyaratkan pencabutan kemaluannya itu harus berdasarkan niat untuk mencabutnya. Kalau seseorang tetap melanjutkan aktivitas seksualnya sementara waktu fajar telah tiba, maka puasanya batal. Dia wajib menggantinya di hari lain dan wajib membayar kaffarah.

 

 

Kami menyarankan sebaiknya ketika waktu imsak puasa masuk kita sudah bersiap-siap membersihkan diri dan menyudahi aktivitas makan dan minum, kecuali mereka yang telat bangun. Wallahu a‘lam.

 

Ustadz Alhafiz Kurniawan, Redaktur Keislaman NU Online dan Pengurus LBM PBNU Divisi Publikasi.

 

Sumber: okezone.com

Promo Ramadhan, pemesanan: 081223800600

4

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

670

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *