Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga Yang Baik, Lakukan Tips Sederhana Ini

 

JAKARTA, BIO – –  Cara Mengatasi Rumah Tangga Yang Baik,Masalah Rumah Tangga,Masalah Suami Istri

 

 

Tanya: 

Assalamu’alaykum. Sebelum menikah saya merasakan kehidupan yang nyaman dan berkecukupan. Namun setelah menikah sepertinya saya justru mengalami banyak cobaan dan ujian hidup. Kebahagian rumah tangga tidak seperti yang saya bayangkan dan cita-citakan sebelumnya. Bagaimana caranya agar kuat menghadapi berbagai cobaan yang datang bertubi-tubi?. Mohon nasihatnya. Terima kasih ( Riene via fb )

 

Jawab: 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah.  Ada pepatah atau kata-kata bijak yang menyatakan bahwa hidup ini apa yang kita jalani, bukan yang kita impikan. Punya impian atau punya cita-cita tentu dibolehkan namun kita tidak boleh menolak atau menghindar dari kenyataan.

 

Semua orang pastinya menginginkan atau mencita-citakan ketika hidup berumah tangga akan merasakan kehabagian bersama pasangan hidupnya. Seorang wanita sebelum menikah pasti mempunyai tipe atau keinginan pasangan atau suami yang ideal bahkan sempurna, ganteng,kaya,baik hati,shalih, dermawan,berakhlak mulia,tutur kata lembut,tegas,bijaksana dan segala kesempurnaan lainnya.

 

Demikian juga seorang bujangan pastinya mempunyai impian atau keinginan atau idaman mempunyai istri yang cantik,baik hati,shalihah,keturunan orang baik,orang kaya,pandai masak dan segudang keinginan yang sempurna. Tentu keinginan dan impian tersebut sah dan boleh saja. Namun sekali lagi bahwa kita hidup di alam kenyataan, bukan di alam mimpi atau sinetron yang indah-indah.

 

Perlu kita pahami dan sadari juga bahwa pada hakikatnya seluruh kehidupan yang kita jalani ini semua adalah ujian. Hidup kaya ujian, hidup miskin juga ujian. Punya pasangan suami atau istri shalih shalihah ujian, demikian juga sebaliknya. Rumah yang tangga sakinah, tentram, damai, harmonis adalah ujian, demikian juga yang sebaliknya.

 

Tentu yang membedakan adalah bagaimana kita menjalani atau menghadapi ujian tersebut. Ada yang sabar namun ada yang putus asa. Ada yang teguh dan kuat namun ada yang lemah dan menyerah. Bisa jadi ujiannya sama tapi cara menjalani dan menghadapinya yang berbeda.

Demikian juga dalam hidup berumah tangga. Kadang pasangan hidup kita, suami atau istri tidak seindah dan seromantis dulu ketika belum menikah. Masa kenalan atau sebelum menikah biasanya akan terlihat yang indah-indah dan serba menyenangkan, maka calon suami atau calon istri akan berusaha agar calonnya tersebut bahagia yang ujung-ujung agar tidak kecewa.

 

Tetapi setelah menikah semua akan terlihat lebih nyata dan yang sebenarnya. Kebiasaan buruk yang dulu ditutupi akan mulai terbuka. Tutur kata yang lembut dan indah pun mulai terlihat aslinya dan sebagainya. Lalu bagaimana menghadapi ujian rumah tangga ini?

 

Ada trik atau tips agar kita khususnya Anda bisa lebih bertahan menghadapi berbagai ujian.

 

Pertama, yakini bahwa ujian itu merupakan ekspresi cinta Allah kepada kita atau wujud sayang Allah Swt. agar kita lebih matang dan dewasa dalam menghadapi persoalan. Jangan berprasangka buruk seolah ujian itu merupakan murka Allah Swt. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

 

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” ( H.R. Bukhari)

 

Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan catatan, kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Anas r.a. berkata, Nabi Saw. bersabda,

 

“Sesungguhnya besarnya pahala itu bergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barangsiapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridoan Allah, dan barangsiapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” ( H.R. Tirmidzi)

 

 

Ketiga, yakini bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, Nabi Saw. bersabda,

 

“Seorang Muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekali pun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa dosanya.” ( H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Keempat, selalu berpikir positif bahwa apa pun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

 

Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.”( H.R. Muslim)

 

 

Kelima, yakini bahwa setelah kita menghadapi kesulitan akan mendapatkan kemudahan.

 

Sungguh, beserta kesulitan ada kemudah an. Sungguh, beserta kesulitan itu ada kemu dahan.” ( Q.S. Asy-Syarĥ [94]: 5-6)

 

 

Keenam, selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah Swt. berikan, karena Allah Swt. tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan ukuran kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya…” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 286)

 

Ketujuh, hadapi ujian dengan usaha dan doa

 

Apabila kamu telah selesai mengerjakan suatu urusan, maka tetaplah bekerja keras untuk urusan berikutnya, dan hanya kepada Tuhanmu, hendaknya kamu berharap.” ( Q.S. Asy-Syarĥ [94]: 7-8).

 

 

…Berdoalah ke pada-Ku, niscaya akan Aku perke nankan doamu...” ( Q.S. Gāfi r [40]: 60)

 

 

Kesimpulannya, apabila kita yakin bahwa ujian itu merupakan ekspresi cinta Allah Swt., kita akan yakin pula bahwa makin besar cobaan Allah, makin besar pula pahala yang akan kita terima. Kita akan yakin bahwa ujian itu akan mengikis dosa-dosa yang pernah kita perbuat.

 

 

Untuk itu jadi pernikahan dilandasi dengan niat ibadah dan ikhlas atas ketentuan Allah maka jadikan pasangan hidup kita itu sebagai ladang ibadah. Saling melengkapi kekurangan masing-masing dan saling menguatkan. Yakinlah bahwa tidak ada rumah tangga berjalan mulus dari awal sampai akhir. Mungkin ada tetapi sangat sedikit.

 

 

Ingat bahwa yang namanya keluarga sakinah,mawadah dan penuh rahmah itu bukan “hadiah” dari langit begitu saja. Tetapi itu semua harus diusahakan dengan banyak ujian dan cobaan serta melewatinya dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kekuatan bersama suami dan istri. Yakinlah bahwa kehidupan rumah tangga Anda akan seindah dan sebahagia seperti yang Anda cita-citakan sebelumnya.

 

 

 

Kita pun selalu berpikiran positif bahwa ujian itu akan menjadi kebaikan karena setelah kesulitan pasti datang kemudahan. Kita akan selalu optimis dapat menyelesaikan semua ujian yang dihadapi dan berusaha menyelesaikan ujian itu dengan usaha dan doa. Dengan menyikapi ujian seperti di atas, insya Allah kita akan lebih mampu menghadapi ujian yang datang menimpa, seberat apa pun ujian tersebut. Saya doakan semoga Anda mampu melewati semua ujian itu dengan kebahagian diakhirnya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

Sumber: Tanya Jawab Ustadz Online

5

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

 

870

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *