Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Karena Capek, Boleh atau Terlarang ?

JAKARTA,BIO.COM – – Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Karena Capek,Hukum Menolak Ajakan Suami,Hukum Menolak Ajakan Suami Saat Hamil,Hukum Menolak Ajakan Suami Ketika Puasa,

 

Doa Bersetubuh Huruf Latin,Doa Bersetubuh Lewat Mimpi,Doa Bersetubuh Agar Kuat Dan Tahan Lama,Doa Bersetubuh Menurut Islam,Doa Bersetubuh Jarak Jauh

 

 

Pertanyaan:

Assalamualikum. Saya seorang istri usia 30 tahun dan suami 22 tahun baru 3 bulan menikah. Dalam berhubungan intim atau jima’ suami mempunyai stamina yang kuat. Waktu awal menikah suami kuat sampai 7 kali dalam sehari dan itu kami lakukan setiap hari selama sebulan.

Awalnya saya ikuti tapi lama-lama saya jadi kualahan dan sering merasa capek. Apakah berdosa bila seorang istri menolak ajakan suami untuk ber-jima’ karena istri sedang capek dan mengantuk? Penyebabnya kelelahan itu adalah karena suami terlalu sering mengajak ber-jima’ sehingga memforsir tenaga istri. Sekarang frekuensi hubungan intim menjadi 1-2 kali setiap hari. Dalam Islam berapa kali hubungan suami istri harus dilakukan atau kewajiban istri melayani suami? Mohon nasihatnya. ( W via email) 

 


Jawaban:

Wa’alaykumsalam. Saudariku, suami yang selalu mengajak istrinya untuk berhubungan menunjukkan bahwa dia sayang kepada istrinya. Kebutuhan suami terhadap istri memang sangat besar, sehingga hendaknya Saudari menyadari hal itu.

 

Apalagi, wanita yang usianya masih muda setiap bulannya ada waktu haid, dan setelah melahirkan pun sang wanita membutuhkan “cuti” dari suaminya selama kurang lebih 40 hari karena syariat Islam melarang suami menggauli istrinya dalam kondisi tersebut. Belum lagi bila istri sakit atau ada uzur lain, dan juga suami yang sering keluar rumah karena mencari nafkah dan sebab-sebab yang lainnya.

 

Jika Saudari menolak permintaannya karena capek atau mengantuk, sedangkan suami hanya punya satu istri, maka kesalahan ada di pihak isri, karena suami tidak boleh melampiaskan kesenangannya kecuali kepada istri atau budaknya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Mukminun ayat 6.

 

Selanjutnya, bagaimana seharusnya istri bila diajak oleh suaminya? Perhatikan hadits di bawah ini.

Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ فَلْتَأْتِهِ وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ

“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)

 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَ زَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya berada di rumah, kecuali dengan izinnya.” (HR. Bukhari: 16/199)

 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ

“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)

 

Dilihat dari permasalahan Anda ini nampaknya suami mempunyai stamina yang kuat disebabkan usianya yang masih muda, sehingga wajar mempunyai libido yang tinggi. Sementara Anda sudah memasuki usia yang cukup matang yang mungkin kebutuhan rohani atau jima’ cukup yang wajar saja.

 

Sebenarnya dalam Islam tidak batasan atau ukuran yang baku berapa kali suami istri harus melakukan jima’ atau hubungan badan. Selama Anda dan suami nyaman dan menyenangkan tentu silakan saja berapa pun dilakukan, seperti yang Anda sebutkan sampai 7 kali dalam sehari.

 

Hanya dalam Islam ada aturan yang melarang kita melakukan yang berlebihan, termasuk dalam jima’ atau hubungan suami istri. Lakukan seperlunya dan semampunya.

 

Saran saya coba komunikasikan lagi dengan suami tentang keluhan Anda ini. Sampaikan bahwa Anda merasa capek dan kadang sakit. Kemudian anjurkan suami melakukan olah raga rutin sehingga libido nya dapat disalurkan lewat olahraga tersebut.

 

Selain itu anjurkan suami untuk tidak atau mengurangi mengkonsumsi makanan yang dapat membangkitkan libido. Anjurkan untuk banyak makan sayuran dibanding daging hewani. Ajak suami untuk melakukan hal-hal yang sifatnya dapat mengurangi keinginan untuk berjima’ misalnya berkebun, olah raga, dan hobbi lainnya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

Read more https://islammenjawab.com/3710-hukum-istri-menolak-ajakan-suam.html

 

 

4

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

980

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *