Hukum Istri Minta Duluan Berhubungan Menurut Islam, Boleh atau Terlarang ?

 

JAKARTA,BIO.COM – – Hukum Azl Menurut Islam , hukum istri minta duluan 

 

TANYA:

 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz , mohon maaf mau bertanya. Kalau istri mengajak hubungan intim duluan boleh atau tidak? Apa hukumnya didalam Islam?. Kalau suami mengeluarkan sperma diluar kemaluan (vagina) istri boleh atau tidak? Apakah ini sama dengan memakai kondom yang sama-sama spermanya tidak tumpak di dalam ? Terima kasih ( Z )

 

 

JAWAB:

 

Wa’alaykumsalam. Melakukan hubungan intim sebelum diikat dengan tali pernikahanadalah zina dan dosa besar, namun kalau sudah diikat pernikahan, hukumnya menjadi ibadah.

 

Seorang suami berkewajiban untuk memuaskan istrinya ketika melakukan hubungan intim, sebagaimana disabdakan Rasulullah Saw. dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la.

 

“Jika seseorang di antara kamu berhubungan intim dengan istrinya, hendaklah ia bersungguh-sungguh. Bila istri sedang menyelesaikan kebutuhannya, maka suami jangan tergesa-gesa untuk mengakhirinya sebelum kebutuhan istrinya terpenuhi.”

 

Bagaimana cara berhubungan intim dengan istri? Silakan lakukan apa saja yang disukai berdua, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut.

“Istri-istrimu itu seperti ladang bagimu, maka datangi ladangmu kapan saja dengan cara yang kamu sukai…” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 223).

 

Ayat di atas mengisaratkan tentang kebebasan memilih tata cara dalam berhubungan intim. Hanya ada satu hal yang dilarang, yaitu melakukan anal seks (menggauli istri tidak pada vaginanya, namun pada duburnya).

 

Ahmad dan Ash-Shabus Sunan meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

 

“Terlaknatlah laki-laki yang menggauli dubur istrinya (melakukan anal seks).”

 

Selain itu beberapa wanita tidak seperti laki-laki dimana jima’ adalah kebutuhan primer, karena kebutuhan primer wanita berupa perhatian, kasih sayang dan belaian terkadang melebihi kebutuhan jima’. Sehingga ada beberapa wanita yang sudah merasa cukup dengan perhatian, kata-kata lembut nan romantis serta belaian meskipun tidak mendapatkan kenikmatan dalam berjima’. Akan tetapi tetap saja yang satu ini diharapkan juga oleh wanita sebagaimana agama Islam memperhatikan hal ini.

 

 

Patutlah para suami memperhatikan perkataan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, beliau berkata,

 

 

لا تواقعها إلا وقد أتاها من الشهوة مثل ما أتاك لكيلا تسبقها بالفراغ

 

 

”Janganlah kamu menjima’ istrimu, kecuali dia (istrimu) telah mendapatkan syahwat seperti yang engkau dapatkan, supaya engkau tidak mendahului dia menyelesaikan jima’nya (maksudnya engkau mendapatkan kenikmatan sedangkan istrimu tidak.”

 

 

 

 

Wanita juga punya nafsu syahwat seperti laki-laki

 

Ini perlu diketahui oleh para suami karena hakikatnya laki-laki dan wanita sama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

إنما النساء شقائق الرجال

 

“Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki.”

 

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

 

 

:أنه إذا أتى أهله فقد أحسن إلى أهله، لأن المرأة عندها من الشهوة ما عند الرجل، فهي تشتهي الرجل كما يشتهيها، فإذا أتاها صار محسناً إليها وصار ذلك صدقة.

 

 

“jika seorang laki-laki “mendatangi” istrinya hendaklah “berbuat baik” kepadanya. Karena wanita memiliki syahwat sebagaimana laki-laki. Wanita juga mempunyai “keinginan” sebagaimana laki-laki mempunyai “keinginan”. Jika ia mendatangi istri dengan “berbuat baik” padanya maka ini termasuk sedekah.”

 

 

Tidak sedikit juga wanita yang memiliki “keinginan” yang lebih besar bahkan tidak disangka-sangka oleh suami mereka.

 

 

Adapun tentang ‘Azl (sanggama yang terputus), hal tersebut diperbolehkan selama disepakati oleh suami dan istri. Dasarnya adalah hadis berikut,

 

 

 

Zaman Rasulullah Saw. kami melakukan ‘ Azl (coitus interruptus) dengan istri, dan Rasulullah Saw. mengetahuinya, namun beliau tidak melarang kami.” ( H.R. Muslim)

 

 

 

Beberapa ulama mengemukakan bahwa azl atau mengeluarkan sperma diluar kemaluan istri itu hukum makruh. Azl juga hendaknya minta persetujuan dari pihak istri. Apakah istri ridho atau tidak ketika suami mengeluarkan atau menumpakkan sperma di luar kemaluan (vagina)nya. Kalau istri tidak ridho maka hendaknya suami tidak melakukannya. Sebab menurut kajian psikologis keluarnya sperma suami di kemaluan istri akan membuat istri merasa bahagia, tenang dan nyaman.

 

Namun demikian perbuatan di atas terkategorikan makruh yang kuat berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Muslim (1442) bahwa Nabi saw pernah ditanya tentang ‘azl maka dia bersabda,”Itu (‘azl) adalah (penguburan bayi hidup-hidup) secara tersembunyi.” Ini merupakan dalil sangat dimakruhkannya perbuatan tersebut.

 

Imam Nawawi mengatakan bahwa ‘azl adalah seseorang yang melakukan jima’ (persetubuhan) yang ketika air maninya akan tertumpahkan maka ia mengeluarkan (kemaluannya) lalu menumpahkannya di luar kemaluan (istri) nya. Perbuatan ini adalah makruh menurut kami dalam setiap keadaan dan setiap wanita baik istrinya itu ridho atau tidak karena perbuatan tersebut adalah jalan memutuskan keturunan, karena itu didalam hadits perbuatan tersebut dinamakan dengan penguburan bayi secara tersembunyi karena ia memutus jalan kelahiran sebagaimana seorang anak yang dibunuh dengan cara di kubur hidup-hidup. Adapun haram maka para sahabat kami (madzhab Syafi’i) mengatakan bahwa ia tidaklah diharamkan…

 

Kemudian hadits-hadits ini digabungkan dengan hadits lainnya menunjukkan bahwa larangan tersebut adalah makruh tanzih dan perizinan di situ menunjukkan bahwa perbuatan tersebut tidaklah diharamkan dan maknanya bukanlah berarti menghilangkan kemakruhannya.

 

 

 

Dengan memperhatikan dalil-dalil di atas, bisa kita simpulkan bahwa ikatan pernikahan akan melahirkan hak dan kewajiban. Adapun kewajiban suami kepada istrinya adalah memberikan bimbingan rohani, memberikan nafkah lahir (sandang, pangan, dan papan) sesuai kemampuannya, memperlakukan istri dengan hormat (lembut), dan memberikan nafkah batin. Wallahu A’lam. [ ]

 

 

Sumber: dikutip dari buku ” Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim ” karangan dr.Untung Sentosa dan Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 


 

4

 

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

560

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *