Hangia Sophia: Masjid Bekas Gereja Peninggalan Turki Usmani

Jakarta, BIO.COM—Bangunan gereja yang dijadikan masjid adalah Gereja Aya Sofya atau Hangia Sofia yang terletak di puat Kota Konstantiopel atau kini dikenal Istanbul.

Hangia Sofia dulunya adalah gereja umat Kristen Timur yang dibangun oleh Constantius, putra Kaisar Constantine Agung. Gereja ini telah mengalami perbaikan beberapa kali karena kebakaran and terkena gempa bumi. Gereja ini menjadi lebih besar, megah dan indah pada masa pemerintahan Kaisar Justianianus (527-565 M).

Keistimewaannya terletak pada bentuk bangunan kubahnya yang besar dan tinggi, berdiameter 30 meter, tinggi 54 meter. Interiornya dihiasi dengan mosaik dan fresko, tiang-tiangnya terbuat dari pualam berwarna-warni, dan dindingnya dihiasi berbagai ukiran.

Ketika Konstantinopel jatuh ke tangan Umat Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II pada tanggal 24 Mei 1453 M, nama kota tersebut diganti menjadi Istanbul dan dijadikan Ibu Kota Kerjaan Ottoman. Sejak saat itu Gereja Hangia Sofia diubah fungsinya menjdi masjid yang kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Hangia Sofia. Hingga kini masjid ini masih berdiri kokoh  dan dijadikan salah satu objek wisata yang banyak menarik wisatawan.

Pengalihan fungsi dari gereja menjadi masjid diikuti pula dengan perubahan dan penambahan pada bagian-bagian tertentu. Perubahan pada bagian mimbar, mihrab, menara bertujuan untuk menysuaikan dengan corak dan gaya bangunan masjid. Pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih (1444-1481 M) dibangun sebuah mennara di bagian selatan. Sultan Salim II (1566-1574 M) membangun pula sebuah menara di bagian timur laut. Sultan Murad II(1674-1595 M) membngun dua buah Menara dan mengubah bagian-bagian bangunan lainnya. Awalnya bangunan ini bercirikan gerja kini tanda salib yang terpajang pada puncak kubah dengan hiasa bulan sabit.

Dengan perubahan dan penambahan tersebut bangunan Aya Sofia tampil sebagai bangunan uang bercorak Islam. Bangunan ini kini sebagai karya puncak Arsitektur Bizantium. Banyak arsitek Turki terinspirasi dalam mendesain bangunan-bangunan masjid di Istanbul dan wilayah-wilayah sekitarnya. Setelah lima abad dijadikan masjid, penguasa Turki Kemal Attarturk menjadikannya sebagai museum.

Sumber: Bedah Masalah Kontemporer Ibadah & Muamalah Oleh Ustadz Dr. Aam Amirudin, M.Si

gambaar: pixabay

5

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *