Adab Menghukum Anak dalam Islam: Cara Halus dan Lembut

Jakarta, BIO.COM—Sering kali orang tua dalam mendidik anak mejatuhkan hukuman karena anak tidak menuruti perintah orang tua, melawan dan sebagainya. Sebenarnya bagaimana adab menghukum yang dibenarkan dalam Islam?

Tujuan hukuman Pendidikan Islam ialah untuk memberikan bimbingan dan perbaikan, bukan untuk pembalasan atau bahkan kepuasan hati. Orang tua harus mengetahui watak dan kondisi anak sebelum menjatuhkan hukuman. Kemudian orang tua juga harus menerangkan kesalahan yang dilakukan anak dan memberi semangat serta nasihat agar ia selalu memperbaiki diri. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sebagai teladan bagi kita sebagai umat muslim, mengajarkan kepada kita adab Menghukum anak dalam Islam ialah dengan cara halus dan lembut .

Dalam hadist, telah diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya sama sekali, tidak kepada istri beliau ataupun pembantu beliau. Beliau hanya memukul ketika berperang dijalan Allah. (HR. Muslim 2328).

Banyak orang tua atau pendidik yang berasumsi bahwa mendidik anak dengan cara kekerasan dapat mendatangkan hasil terbaik. Padahal kekerasan dapat mendatangkan banyak bencana yang dapat menjadi sumber permasalahan dalam kehidupan sosial. Perlu dicatat bahwa menerapkan pemukulan dan kekerasan hanya akan menambahkan kebodohan dan kebekuan pikiran pada anak. Selain itu, termasuk cara keliru jika anda mengancam anak dengan hukuman yang sifatnya menakut-nakuti saja tanpa dilaksanakan atau tidak mungkin dilaksanakan.

Lalu bagaimana dengan menghukum anak dengan melayangkan pukulan?

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam  bersabda, “Seorang yang kuat bukanlah yang dapat membanting orang lain. Tetapi, orang yang kuat ialah yang mampu mengendalikan dirinya saat sedang marah” (H.R. Bukhari)

Abdullah Bin Busrr Al-Mazini berkata, “Ibuku mengutusku untuk mengantakan setangkai anggur kepada Rasulullah. Namun, aku memakannya sebelum sampai kepada beliau. Ketika aku tiba di temoat beliau, beliau menjewer telingaku dan memanggilku dengan sebutan,’wahai pengkhianat kecil’.”

Jadi sebelum anda menghkum anak dengan pukulan pertimbangkan kembali, apakah anak anda layak untuk dipukul? Bila memang sudah saatnya, perhatikan betul adab-adab memukul. Hentikan pukulan jika anak meminta pertolongan atas nama allah. Hal ini berlaku bila pukulan dilakukan sebagai sebuah pembelajaran, bukan hukuman. Namun, bila dimaksudkan sebagai hukuman, boleh dilanjutkan dengan adab dan ketentuan yang sesuai dengan ajaran nabi.

Sumber: Islamic Parenting oleh Syaikh Jamal Abdurrahman.

Ilustrasi foto: pixabay

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *