Peraturan Hubungan Suami Istri yang Santun Dalam Islam

Jakarta, BIO.COM—Dalam pernikahan hubungan intin antara suami-istri merupakan suatu keniscayaan di antara berbagai faktor lainnya yang juga merupakan suatu kewajiban.

Dalam Islam, seks dianggap sebagai bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Itulah sebabnya mengapa islam berbicara tentang perkawinan. Mengenai hubungan suami-istri, Islam membuat peraturan-peraturan yang santun. Bagaimana seharusnya hubungan suami istri yang santu dan sesuai dengan syari’at islam?

  1. Posisi

Rasulullah Saw. bersabda, “Datangilah istrimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi jangan menyetbuhi pada dubur dan jangan pula dalam keadaan haid.” Dalam redaksi lain, “dari belakang atau dari depan tidak apa-apa, asalkan pada vagina” (H.R. Muslim Dan Abu Daud)

Hadist di atas menjalaskan bahwa islam secara jelas melarang berhubungan intim melalui dubur dan dalam kedaan haid atau mentsruasi.

  1. Foreplay (pemanasan)

Rasulullah Saw. bersabda,“Jangan sekali-kali seseorang diantara kamu menyaanggamai istri seperti seekor hewan bersanggama, tetapi hendaknya ia dahului dengan perantaraan.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah perantaraan itu?”, sabdanya, ‘Yaitu ciuman dan ucapan romantis’”

  1. Berdoa sebelum memulai sanggama

“Jika seorang diantara kamu hendak mendatangi istrinya maka bacalah, “Bismillah allahuma jannibnaa syaithaana wa jannibii syaithaana maa razaqthanaa” (Dengan Nama Allah, Ya Tuhan Kami, jauhkan pula setan dari anak yang Engkau anugerahkan kepada kami.) jika di waktu itu antara keduanya ditakdirkan terjadi anak, setan tidak akan membahayakan anak itu, selama-lamanya.” (H.R. Jamaah Kecuali Nasa’i)

  1. Memberikan kepuasan pada pasangan

Rasulullah Saw. bersabda, “Jika seseorang diantara kamu bersanggama dengan isrinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan. Kemudian kalua ia telah menyelesaikan kebutuhan sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, jangan ia buru-buru mencabut (kemaluannya) sampai istrinya mendapatkan kepuasan.” (H.R. Abdurrazak Dan Abu Ya’la Dari Anas)

  1. Tidak menyakiti pasangan

Rasulullah Saw. bersabda, “Binatang buas itu haram” Ibnu Lahi’ah berkata, “Maksudnya ialah berbangga-bangga (menyakiti/berlaku kasar seperti hewan) dalam hubungan seksual.” (H.R. Ahmad, Abu Ya’la Dan Baihaqi)

 Baca Juga: Seberapa Sering Hubungan Suami Istri Sebaiknya Dilakukan

Sumber: Seks Tak Sekedar Birahi Oleh Dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG, M.M dan Ustadz. Dr. Aam Amirudin, M.Si

Ilustrasi foto: pixabay

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *