Hukum Memakai Cadar dalam Islam: Budaya atau Sunnah?

Jakarta, BIO.COM— Di Indonesia pemakain cadar kini tengah menjadi pedebatan. Hal ini terkait dengan keputusan Menteri Agama terhadap larangan pemakaian cadar bagi ASN. Pasalnya cadar yang digunakan oleh sebagian wanita muslimah kini erat dikaitkan dengan radikalisme.

Cadar merupakan kain penutup wajah yang digunakan oleh beberapa wanita muslimah. Dalah bahasa arab istilah cadar adalah niqab. Memakai cadar atau niqab sendiri sudah menjadi budaya bagi para wanita yang tinggal di Arab Saudi dan negara-negara timur tengah lainnya. Apa sebenarnya hukum memakai niqab dalam islam? Apakah memakai niqab merupakan sunnah yang dicontohkan oleh istri-istri nabi? Ataukah hanya meurpakan budaya?

Abdul Halim Abu Syuqqah dalam An-Niqab fi Syariat al-Islam, (2008: 48) menyatakan bahwa niqab merupakan bagian dari salah satu jenis pakaian yang digunakan oleh sebagian perempuan di masa Jahiliyyah. Kemudian model pakaian ini berlangsung hingga masa Islam. Nabi Muhammad SAW tidak mempermasalahkan model pakaian tersebut, tetapi tidak sampai mewajibkan, menghimbau ataupun menyunahkan niqab kepada perempuan.

Pendapat Ustadz. Dr. Aam Amirudin, M.Si

Semua ulama khususnya para ahli fikih sepakat bahwa wanita muslim yang telah baligh hukumnya wajib untuk menutup aurat. Perintah untuk menutup aurat atau bahasa kitanya berjilbab dengan mengulurkan kain kerudung hingga ke dada seperti yang Allah perintahkan,

Katakan kepada para perempuan beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Janganlah menampakkan auratnya, kecuali yang biasa terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan auratnya, kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan sesama Islam, hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki tua yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti aurat perempuan. (QS.An Nur: 31)

Dalam ayat tersebut ada kalimat “Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya”, bukan ke wajah atau muka. Dengan demikian bahwa muka atau wajah wanita itu bukan aurat, sebab Allah tidak memerintahkan untuk menutupnya. Dalam hadits Rasulullah Saw juga dijelaskan bahwa muka dan telapak tangan itu bukan aurat sehingga tidak wajib ditutup.

Suatu hari Rasulullah Saw pernah menegur Asma binti Abu Bakar ra. Asma ini adiknya Aisyah istri Rasul. Pada saat itu Asma datang ke rumah Nabi dengan mengenakan busana yang agak tipis. Kemudian Rasul pun segera memalingkan mukanya sambil berkata :

Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).” (HR. Abu Dâwud dan Al-Baihaqi)

Menurut hadits Rasul tersebut maka dapat kita pahami bahwa wajah dan telapak tangan wanita itu bukan aurat. Sebab jika itu aurat, maka Rasul akan memerintahkan Asma untuk menutupnya.

Kesimpulan

Dengan demikian menurut penjelasan di atas, cadar hukumnya tidak wajib dan bukan sunnah. Cadar sifatnya hanya  ikhti’ati  atau untuk berhati-hatian saja. Begitu juga dalam melaksanakan ihram dalam berhaji, para wanita justru dilarang menutup wajah atau mukanya. Coba kita simak dalam riwayat yang shahih dari Bukhari,

Wanita ihram tidak boleh memakai cadar dan tidak boleh memakai kaos tangan.” (HR. Bukhari dan An Nasai).

Dalam melakukan ihram atau tahalul saat haji para wanita harus membuka wajah dan sarung tangannya (qafazan), Jelas dalam hadits tersebut, nabi melarang memakai cadar dan sarung tangan (qafazan). Setelah melakukan ihram silakan bagi yang bercadar memakai cadarnya lagi. Namun ketika ihram maka ia harus membuka cadarnya.

Memakai cadar adalalah pilihan, bukan kewajiban. Jika Anda siap, ya silakan itu lebih baik. Namun jika tidak siap maka tidak apa-apa dan Anda memakai jibab dengan rapi sesuai ketentuan syariat maka itu Anda sudah menutup aurat. Namun bagi Anda yang telah bercadar jangan menyalahkan teman atau sesama muslimah yang tidak bercadar. Akan lebih bijak jika saling menghormati, menghargai dan saling menguatkan saja. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam.

Sumber: percikaniman.id, islami.co

Ilustrasi foto: pixabay

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *