Radikalisme? Islam Sebagai Agama Moderat: Indah dan Mudah

Jakarta, BIO.COM—membela dan meneggakan Islam memerlukan kecukupan ilmu. Semangat saja belumlah cukup. Akibat kedangkalan pemahaman. Dan tidak memguasai sendi-sendi hukum dalam islam dapat memunculkan ekstremitas dan radikalisme.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pemeluk agama islam terbanyak di dunia dan menjadikan islam sebagai agama mayoritas di negeri ini. Namun, sayangnya gerakan ekstremitas dan radikaslisme di Indonesia seringkali mengatasnamakan jihad dalam agama islam. Dengan banyaknya aksi terorisme dan radikalisme telah yang nama baik islam di Indonesia. Padahal islam sendiri merupakan agama yang sangat moderat dan mudah. Hanya saja kedangkalam ilmu dan pemahaman sebagian pemeluknya mengakibatkan sebagian orang salah memahami ajaran-ajaran islam.

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya agama itu mudah. Dan tidaklah seseorang memberat-beratkan agama itu melainkan pasti ia (agama) akan mengalahkan orang itu. Maka bersikap lurus, moderat dan sikpilah dengan gembir (lapang dada).” (H.R. Bukhari)

Penjelasan Rasulullah Saw. di atas menegaskan kepada kita bahwa Islam adalah agama yang moderat dan jauh dari ekstremitas. Al Quran dan sunah telah menggariskan segala sesuatu yang membuat manusia mencapai kebaikan, kebahagiaan, dan kejayaan dunia akhirat. Segala petunjuk dalam beribadah yang sangat rinci hingga petunjuk Islam yang bersifat global dan umum sudah tercantum lengkap dalam Al-Quran dan sunah Rasulullah Saw. dan itulah yang menjadi parameter serta acuan kita dalam beragama Islam. Tanpa parameter itu maka akan menjadi bias dalam penilaian. Bisa saja karena seseorang tidak suka dengan cara temannya melaksanakan ajaran-ajaran islam -yang belum tentu salah- dicaplah dia sebagai ekstrem. Dan sebaliknya, orang yang selalu mengambil pilihan yang sulit dan ‘keras’ akan menuduh orang yang berbeda dengan dirinya sebgai orang yang tidak komit, lembek dan penakut.

Dari Abi Mas’ud r.a., Rasulullah Saw bersabda, ”Binasalah mutanath-thi’unbeliau mengulang kalimat itu sampai tiga kali (H.R. Muslim)

Imam nawawi menjelaskan bahwa kata “mutanath-thi’un” yang ada dalam hadis tersebut adalah orang-orang yang mendalam-dalami secara memaksakan diri dan bersikap keras dalam hal tidak seharusnya keras.

Sumber: Memperkaya Jiwa Meneladari Akhlak Rasulullah oleh Tate Qomaruddin, Lc.

Ilustrasi foto: pixabay

2

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *