Keutamaan Bulan Rabiul Awal: Maulid Nabi Muhammad SAW

Jakarta, BIO.COM—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengeluarkan ikhbar bahwa awal bulan Rabiul Awal 1441H jatuh pada Selasa, 29 Oktober 2019.

Rabi’ul Awal merupakan bulan yang dimuliakan umat muslim. Pada bulan ini lahir seseorang yang sangat dicintai seluruh umat Islam seluruh dunia. Ia membawa wahyu Allah SWT demi menyelamatkan umat manusia dari masa jahiliyah menuju ketauhidan. Beliau adalah Rasulullah SAW. Rabiul Awal atau biasa disebut bulan Maulid merupakan bulan ketiga dalam sistem penanggalan Hijriah, setelah bulan Muharram dan Safar. Dalam tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, bulan Rabiul Awal identik dengan perayaan Maulid Nabi, atau momen peringatan hari lahir Nabi Muhammad. Oleh karena itu, bulan Rabiul Awal memiliki keutamaan tersendiri.

Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama Syafi’iyyah juga mengatakan, Maulid Nabi merupakan kegiatan positif yang mendatangkan pahala. Ia menganjurkan pada bulan Rabiul Awal umat Islam meluapkan kegembiraan dan rasa syukur dengan cara memperingati kelahiran Rasulullah, berkumpul, membagikan makanan, dan beberapa ibadah lain.

Apa Saja Keutamaan Bulan Rabiul Awal?
  1. Bulan lahirnya pemimpin rahmatan lil’ alamin

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan bersejarah bagi umat muslim. Khususnya pada hari Senin pada tahun gajah, telah lahir pemimpin seluruh umat muslim yang menjadi Rahmatan Lil’ alamin atau rahmat untuk seluruh alam semesta dan beliau adalah baginda Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta”. [QS Al-Anbiya ayat 107].

  1. Bulan disunnahkan memperbanyak shalawat

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang sering digunakan untuk memperbanyak baca shalawat dan juga salam pada Rasulullah SAW. Manfaat Shalawat narriyah bertujuan untuk membuat hidup menjadi baik selama di dunia maupun di akhirat sehingga mendapatkan syafa’at dan juga berkah dari Rasulullah SAW.

  1. Bulan penuh keberkahan

Bulan Rabiul Awal juga menjadi bulan yang bisa dimanfaatkan untuk sarana sekaligus media berkumpul bersama dengan sesama umat Islam di masjid ataupun majelis. Ini bertujuan tidak untuk menanam, memupuk dan lebih menumbuhkan rasa cinta atau mahabbah kita pada Rasulullah SAW.

  1. Ungkapan kecintaan pada rasulullah saw

Rabiul Awal menjadi bulan mengungkapkan akan kecintaan dan kegembiraan dengan Rasulullah SAW. Bahkan, orang kafir sekalipun akan mendapatkan manfaat dengan kegembiraan tersebut.

Dalam hadits riwayat Imam al Bukhori dikisahkan saat Tsuwaibah yakni budak perempuan Abu Lahab yang menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran bayi sangat mulia. Abu Lahab segera memerdekakan Tsuwaibah sebagai wujud tanda cinta dan kasih. Karena kegembiraannya tersebut, pada hari kiamat kelak, siksa atas dirinya akan diringankan di setiap hari Senin.

  1. Meneguhkan kecintaan pada Rasulullah Saw

Rabiul Awal juga menjadi bulan untuk mengembalikan keteguhan cinta pada Rasulullah SAW. Kecintaan pada Nabi merupakan sebuah kewajiban dan bukti kesempurnaan iman sesrorang. Kecintaan pada Nabi haruslah berada di barisan atas melebihi segalanya bahkan pada keluarga dan diri sendiri.

“Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia.” [HR. Bukhori Muslim].


Sumber: dalamislam.com, nu.co.id

Ilustrasi Foto: Pixabay

1

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *