Mencintai Rasulullah SAW: Bukti Kesempurnaan Iman

Jakarta, BIO.COM— Dua Belas Rabiul Awal diperingati sebagai hari lahirnya Rasulullah Saw atau Maulid Nabi. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Mencintai Rasulullah bukanlah sekadar mencintai dengan perasaan saja, namun juga menyesuaikan segala tingkah laku dengan sesuatu yang dicintai Rasulullah serta membenci segala sesuatu yang dibencinya. Inti dari rasa cinta kepada rasulullah adalah menjadikannyaa lebih kita cintai daripada manusia lain termasuk diri sendiri, harta, dan anak-anak kita. Umar bin khatab mengisahkan, bahwa rasulullah bersabda, “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai dia menjadikan aku lebih dicintainya daripada diri, harta, dan orang tuanya.” (H.R Bukhari)

Mengapa Harus Mencintai Rasulullah?
  1. Mencitai rasulullah merupakan salah satu pondasi keislaman kita. Bahkan keimanan kepada allah tidak akan sempurna kecuali dengan mencintainya. Banyak ayat yang menerangkan tentang keharusan mencintai rasulullah saw setelah mencintai allah.

    Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At-Taubah:24)

  2. Beliau adalah kekasih Allah, yang dia dekatkan kepada-Nya dan dia utamakan ketika malam Mi’raj melebihi makhluk-makhluk lain, teramasuk malaikat Jibril sekalipun. Selain itu Allah memberikan kepadanya keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Salah satu diantara keistimewaan Rasulullah ialah “Al-Wasilah” yaitu sebagai perantara mansua dengan Allah pada hari pembalasan.
  3. Mencintai rasulullah akan mempermudah memulikannya dan mengikuti sunnahnya, serta melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-nya. Balsannya adalah keberuntungan di dunia dan akhirat.
  4. Allah memilihnya untuk menyampaikan risalah islam yang agung ini. Kita harus menyadari, bahwa pilihan allah merupakan sebaik-baiknya pilihan. Dia lebih mengetahui mengenai orang yang akan dia serahi amanah tersebut.
  5. Beliau ibarat dinding yang menyempurnakan bangunan para nabi yang didirikan oleh allah. Diriwayatkan oleh abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda:
    “Sesungguhnya aku dan para nabi sebelumku ibarat seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah, lalu dia pun menyempurnakan bangunan seluruh bagian rumah tersebut kecuali sebuah sisi dari dindingnya. Maka para manusia pun mulai melihat-lihat rumah tersebut dengan berkeliling dan merasa takjub dengan keindahan rumah tersebut. Akan tetapi mereka berkata, ‘mengapa sisi dinding yang ini tidak dibangun?’ maka, sayalah sisi dindin itu dan sayalah penutup para nabi” (H.R Bukhari dan Muslim)

Ilustrasi foto: pixabay

2

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *