Bolehkah Cemburu Kepada Pasangan? Simak Hukumnya Dalam Islam

Jakarta, BIO.COM—Cemburu sering disebut-sebut sebagai bumbu cinta. Cinta tanpa cemburu akan terasa gersang.

Cemburu sering disebut tanda cinta. Bahkan, tanpa rasa cemburu, cinta yang bersangkutan perlu dipertanyakan. Bagaimana pandangan islam terhadap sikap cemburu? Bolehkah kita merasa cemburu kepada pasangan kita? Cemburu itu wajar, bahkan istri nabi, Aisyah r.a diriwayatkan dalam beberapa hadits pernah cemburu kepada rasulullah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Aisyah juga menceritakan;

“Ketika Rasulullah menyebut-nyebut kebaikan Khadijah, timbullah kecemburuan di hati Aisyah. Aisyah menceritakan, “Apabila Nabi Shallallahu’alaihiwasallam mengingat Khodijah, beliau selalu memujinya dengan pujian yang bagus. Maka pada suatu hari saya merasa cemburu hingga saya berkata kepada beliau; ‘Alangkah sering engkau mengingat wanita yang ujung bibirnya telah memerah, padahal Allah telah menggantikan untuk engkau yang lebih baik darinya. Serta merta Rasulullah bersabda: “Allah AzzaWaJalla tidak pernah mengganti untukku yang lebih baik darinya, dia adalah wanita yang beriman kepadaku di saat manusia kafir kepadaku, dan ia membenarkanku di saat manusia mendustakan diriku, dan ia juga menopangku dengan hartanya di saat manusia menutup diri mereka dariku, dan Allah Azza Wa Jalla telah mengaruniakan anak kepadaku dengannya ketika Allah tidak mengaruniakan anak kepadaku dengan istri-istri yang lain.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits lain, Rasulullah Saw. bersabda, “Allah itu pencemburu dan seorang mukim juga pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu. Kecemburuan Allah itu bila ada seorang hamba datang kepada-nya dengan perbuatan yang diharamkan-nya” (H.R. Bukhari)

Sa’ad Bin Ubadah berkata, kalau ketahuan ada seorang lelaki bersama istri saya, akan saya penggal lehernya dengan pedang. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Herankahlah kalian dengan cemburunya Sa’ad itu? Ketahulah bahwa aku lebih cemburu daripadanya. Demi Allah, saya cemburu karena kecemburuan Allah terhadap perbuatan keji, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi” (H.R. Bukhari)

Cemburu dalam pernikahan sangalah penting karengan dengannya, pasangan suami istri mampu menjadli kasih sayang di antara keduanya. Inilah yang dinamakan “cemburu romantis”.

Lalu bagaimana jika rasa cemburu yang ada di antaa pasangan suami istri justru tidak terarah atau cemburu buta?

Hal ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan masalah dalam keluarga. Rasaulullah sangat melarang umatnya berlaku cemburu buta. “Sesungguhnya di antara cemburu ada cemburu yang dibenci Allah Swt., yaitu cemburunya seorang suami atau istri kepada pasangannya tanpa alasan (cemburu buta)” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Sumber: Mengapa Menunda Menikah oleh Ust. Dr. Aam Amirudin, M.Si Dan Ayat Priyatna

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *