Doa Nabi Ibrahim Agar Keturunanya Saleh Dan Salehah

Jakarta, BIO.COM— Doa nabi Ibrahim agar anak cucu keturunanya saleh dan salehah.

Setiap orangtua pasti mengharapkan putra-putrinya menjadi anak saleh dan salehah. Oleh karena itu ayah dan ibu selalu memanjatkan doa dan berzikir sebagai bagian dari ikhtiar untuk mewujudkannya. Di antara doa para rasul yang bisa kita jumpai dalam Al-Qur’an dan bisa kita ambil pelajaran darinya adalah doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Di antaranya:

Dalam Surat As-Shaffat ayat 100:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang saleh.”

Dalam Surat Ibrahim ayat 35:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini aman dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala.”

Dalam Surat Ibrahim ayat 40-41:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku sebagai orang yang mendirikan shalat dan juga keturunanku, terimalah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang-orang mukmin di hari perhitungan.”

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 126:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan berilah penduduknya rezeki dari buah-buahan, yakni orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir di antara mereka’.”

Mencermati doa-doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim di atas ada pendidikan luhur dan teladan yang perlu ditiru oleh setiap Muslim menjalani kehidupan dan dalam mengajukan permohonan kepada Allah SWT.

Pertama, ketika Nabi Ibrahim berkeinginan untuk memiliki keturunan beliau memintanya kepada Allah dengan permintaan keturunan yang saleh. Dalam bahasa Arab kata “saleh” berarti patut, pantas atau layak. Keturunan yang saleh adalah keturunan yang pantas dalam segala hal. Berkepribadian yang pantas dengan akhlak yang terpuji, berperilaku dan berucap yang patut yang tidak merugikan orang lain, juga layak secara keilmuan, ekonomi dan sebagainya. Keturunan semacam inilah yang didambakan oleh Nabi Ibrahim. Beliau meminta keturunan dengan sifat saleh, bukan pandai, tampan, kaya raya atau semisalnya.

Kedua, di dalam doa-doanya Nabi Ibrahim selalu mengikutsertakan anak-anak keturunannya. Beliau tidak meminta kebaikan-kebaikan kepada Allah hanya untuk diri sendiri saja, tapi beliau pintakan juga untuk anak-anak keturunannya. Ini menunjukkan bahwa sebagai orang tua Nabi Ibrahim tidak egois, tidak mau menikmati seorang diri fasilitas yang diberikan Allah kepadanya tanpa melibatkan anak-anaknya. Beliau selalu berkeinginan agar setiap nikmat yang ia cecap juga dinikmati oleh anak-anak keturunannya.

 

Cukup jelas, ketika Allah memberikan penghargaan kepada beliau dengan menjadikannya imam bagi umat manusia atas prestasinya yang telah melakukan perintah-perintah-Nya dengan sempurna, Nabi Ibrahim seakan tak ingin menikmati penghargaan itu seorang diri. Maka ia pintakan kepada Tuhannya agar anak keturunannya juga dijadikan pemimpin bagi umat manusia. Dan kelak apa yang dimintakan beliau dikabulkan oleh Allah. Sejarah mencatat bahwa para raja dan para nabi yang diutus setelah masanya adalah anak-anak keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Sumber: islam.nu.or.id

Ilustrasi foto: pixabay

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

852

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *