Hari AIDS: Solusi mencegah penularan HIV/AIDS sesuai syariat Islam

Jakarta, BIO.COM— Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Peringatan hari AIDS bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap wabah AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Meski setiap tahun diperingati dan banyaknya kampanye soal AIDS, hingga kini masih ada sejumlah mitos soal AIDS yang berkembang di masyarakat. Mitos-mitos seputar penyakit yang menyerang kekebalan tubuh HIV dan AIDS ini menyebabkan kekhawatiran akan tertular jika berinteraksi langsung dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Padahal, HIV/AIDS tidak menular lewat kontak sosial. Bagaimana pandangan Islam dalam menanggapi masalah HIV/AIDS? Simak solusi mencegah penularan HIV/AIDS sesuai syariat Islam.

Apa yang menyebabkan penyakit ini?

AIDS disebabkan oleh virus HIV. HIV ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI) dari orang yang terinfeksi. Sebagai contoh, ketika Anda berhubungan seks baik vagina, anal, atau oral dengan seseorang yang memiliki HIV tanpa kondom, virus ini akan sangat mudah menular.

Ini karena adanya pertukaran cairan tubuh antara orang yang terinfeksi dengan orang yang sehat. Kondisi ini akan meningkat risikonya jika di organ seksual Anda terdapat luka terbuka. Biasanya perempuan remaja sangat rentan terhadap infeksi HIV karena selaput vagina mereka lebih tipis dan lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan wanita dewasa.

Selain kontak seksual, ada berbagai hal lain yang menyebabkan seseorang terkena penyakit yang melemahkan sistem imun ini, yaitu:

  • Berbagi jarum suntik dan peralatan suntik lainnya dengan orang yang terkontaminasi dengan HIV.
  • Menggunakan peralatan tato dan body piercing(termasuk tinta) yang tidak disterilkan dan pernah dipakai oleh orang dengan HIV.
  • Dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan saat menyusui.
  • Memiliki penyakit menular sekual (PMS) lainnya, seperti klamidia atau gonore karena virus HIV akan sangat mudah masuk saat sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Adanya kontak dengan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang yang memiliki infeksi HIV pada luka terbuka yang Anda miliki.
Solusi mencegah penularan HIV/AIDS sesuai syariat Islam.

Dalam pandangan Islam penyebaran HIV/AIDS sudah tergolong bahaya umum (al-Dharar al-‘Am) yang dapat mengancam siapa saja . Mengingat tingkat bahaya HIV/AIDS, maka wajib bagi semua pihak untuk mengikhitiarkan pencegahan dengan pelbagai cara , baik dari sudut agama, budaya, sosial maupun kesehatan.

Sudah seharusnya, upaya penanggulangan HIV/AIDS akibat seks bebas di luar pernikahan dapat dilakukan melalui revolusi sistem dan strategi pendidikan. Salah satu caranya yaitu dengan pendekatan aqidah, moral (akhlaq) dan seluruh pokok keyakinan agama sesuai Al Qur’an dan As-Sunnah.

Apalagi sudah kewajiban seorang muslim untuk selalu menjauhi larangan-Nya  dan mengikuti perintahnya-Nya. Bukankah sudah jelas bahwa Allah Swt mengharamkan zina. Bahkan Zina termasuk ke dalam dosa besar. Sebagai seorang muslim sudah sepantasnya kita menyadari apa saja yang dilarang oleh Allah Swt.

Adanya revolusi sistem dan strategi pendidikan diharapkan dapat menyadarkan setiap orang bahaya perbuatan seks bebas di luar pernikahan. Selain itu, tidak hanya karena takut akibat virus HIV/AIDS, tetapi  karena takut kepada Allah dan adzab-Nya di dunia dan akhirat.

Penanggulangan HIV/AIDS juga dapat dilakukan dengan penggecaran sosialisasi bahaya seks sebelum menikah,  seks bebas, atau  narkoba melalui pelbagai media. Hal ini diharapkan dapat menghindarkan masyarakat dari resiko dan bahaya penularan virus HIV/AIDS.

Ilustrasi foto: Pixabay

1

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *