Fungsi dan Peran Strategis Ulama dalam Masyarakat

Jakarta, BIO.COM— Fungsi Dan Peran Strategis Ulama Dalam Masyarakat

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia,  ulama adalah orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam. Kata ulama berasal dari bahasa Arab, bentuk jamak dari kata ‘aalim‘Aalim adalah isim fa’il dari kata dasar:’ilmu. Jadi ‘aalim adalah orang yang berilmu dan ‘ulama adalah orang-orang yang punya ilmu. Ulama adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupum masalah sehari hari yang diperlukan baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Makna sebenarnya dalam bahasa Arab adalah ilmuwan atau peneliti, kemudian arti ulama tersebut berubah ketika diserap kedalam Bahasa Indonesia, yang maknanya adalah sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama Islam. Lalu, bagaimana peran dan fungsi ulama dalam kehidupan bermasyarakat yang islami? Sebelum membahas itu, perlu diketahui bahwa ada dua jenis atau golongan ulama.

Jenis ulama menurut Imam Al-Ghazali

Al-Ghazali membagi ulama menjadi dua. Pertama, ulama akhirat, kedua ulama su’ (ulama buruk) atau ulama dunia. Ulama yang mendapat gelar Hujjatul Islam ini menegaskan pentingnya mengetahui perbedaan kedua model ulama di atas, karena keduanya bagaikan timur dan barat atau langit dan bumi. Ulama su’ atau ulama dunia menurut al-Ghazali adalah mereka yang menggunakan ilmunya untuk mencari kenikmatan dunia, memperoleh kekuasaan dan posisi yang terhormat di hadapan masyarakat.

Fungsi dan Peran Ulama
  1. Ulama Sebagai Mursyid (pemandu) ke Jalan Allah

Seorang ulama berperan sebagai transmisi penyambung kepada sang pemilik syariat, Allah Ta’ala. Melalui para ulama yang berilmu syariat Allah sampai kepada kita. Mereka adalah pelanjut dan pewaris risalah kenabian sebagaimana rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Ulama adalah pewaris para Nabi, dan Nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham melainkan mewariskan ilmu. . . . “ (H.R. Tirmidzi, Abu Daud, & Ibnu Majah)

  1. Ulama Sebagai Pilar Kehidupan Dunia

Kebutuhan ummat terhadap ulama bukan hanya dalam soal urusan yang menyangkut ibadah mahdhah. Islam tidak mengenal pemisahan antara agama dan dunia seperti dipahami oleh kalangan sekular. Islam mencakup seluruh aspek kehidupan. Sehingga arahan dan bimbingan para ulama juga dibutuhkan dalam persoalan duniawi menyangkut muamalat sehari-hari.

Ulama berperan bukan hanya dalam urusan hubungan manusia dengan Allah semata, tetapi dalam hubungan sesama manusia pun perlu panduan wahyu melalui penjelasan para ulama dan dai. Bimbingan ulama juga dibutuhkan urusan jual beli, pernikahan, etika bergaul dan berinteraksi dengan karib kerabat, tetangga, orang tua, mendidik anak, dan urusan muamalat lainnya.

  1. Ulama Sebagai Penjaga Kemurnian dan Kesucian Aqidah Islam

Para ulama juga merupakan benteng yang berfungsi melindungi kemurnian dan kesucian Agama Islam. Dalam hal ini peran konkrit para ulama adalah menolak berbagai syubhat yang betujuan merusak Islam melalui penyebaran paham menyimpang. Peran ini memiliki kedudukan yang sama dengan jihad dengan senjata. Pada hakikatnya jihad memperjuangan Islam dapat ditempuh dengan dua hal, sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah. Pertama, bis saifi was Sinan (jihad dengan pedang) dan bi hujjati wal bayan (argumen dan penjelasan).

  1. Penjaga masyarakat dari berbagai penyakit sosial

Banyaknya ulama yang menyebarkan ilmu, nasihat, dan tadzkirah di masyarakat dapat mengurangi penyebaran berbagai penyakit sosial dan kerusakan akhlak. Ilmu dapat menghilangkan kejahilan, sementara kejahilan merupakan sumber berbagai penyimpangan. Dalam hal ini ulama berperan sebagai pembimbing dan suluh bagi jiwa-jiwa yang buta terhadap bashirah dan hidayah Allah. Jika ulama dapat berperan dengan baik, maka insya Allah berbagai penyakit ssosial yang mewabah di tengah masyarakat dapat diatasi. Berbagai kerusakan yang muncul akibat perilaku menyimpang semisal miras, narkoba, zina, sogok menyogok, dan sebagainya dapat dihilangkan atau diminimalisir.

  1. Ulama Sebagai Pemersatu Ummat

Persatuan ummat takkan terwujud melainkan dengan iltizam (komitmen) dan berpegang teguh pada al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surah Ali-Imran ayat 103:

Dan berpegang teguhlah kepada tali Allah serta jangan bercerai berai” (QS. Ali Imran [3]:103)

Menurut sebagian Mufassir, makna tali Allah (hablullah) dalam ayat tersebut adalah Al-Qur’an dan as-Sunnah. Pihak yang paling otoritatif dalam menjelaskan kedua sumber Islam tersebut adalah para Ulama. Dalam konteks ini pula, ulama dan lembaga keulamaan sangat dibutuhkan perannya dalam membina dan menuntun pengikut aliran sesat kembali ke jalan benar, memediasi islah (perdamaian) diantara pihak-pihak yang berkonflik dan berselisih di kalangan ummat.

Sumber: wahdah.or.id

Ilustrasi foto: Pixabay

1

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *