Sikap Nabi Terhadap Kenakalan dan Kekurangan Adab Anak

Jakarta, BIO.COM— Beginilah Nabi bersikap sabar terhadap kenakalan dan kekurangan adab anak-anak.

Akhir-akhir ini beredar video seorang ibu yang memarahi anaknya hanya karena sang anak mendapat nilai 60. Sungguh ironi bagaimana seharusnya seorang ibu mendidik anaknya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Padaha Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang sholih. Di antaranya bahwa pahala anak sholih menjadi pahala yang tidak terputus bagi orang tuanya setelah ia mereka berdua meninggal dunia. Mengingat betapa berharganya seorang anak dalam Islam, sangat tidak mungkin apabila tidak terdapat bimbingan yang lengkap dalam kitab dan sunnah dalam mentarbiyah mereka. Salah satu bimbingan Islam dalam hal ini adalah perilaku Nabi  shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap anak-anak.

Bagaimanakah Nabi memperlakukan anak-anak pada masanya, sehingga tercetaklah generasi terbaik tiada bandingnya?

Beginilah Nabi bersikap sabar terhadap kenakalan dan kekurangan adab anak-anak, menasehati mereka tanpa teriakan, celaan, apalagi kekerasan.

Berkata pula Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu: “Pernah suatu hari Rasulullah menyuruhku keluar untuk suatu kebutuhan. Maka aku berkata: “Demi Allah saya tidak mau pergi”, padahal sebenarnya aku mau melakukan apa yang disuruh oleh Nabi.  aku pun keluar, sampai aku melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar, maka Rasulullah (mencariku dan) memegang bajuku dari belakang. ketika aku menoleh, kulihat beliau tertawa sambil berkata: “Ya Unais, apa kamu pergi seperti yang aku suruh?” Aku menjawab: “Iya wahai Rasulullah.” Sungguh demi Allah, aku telah melayani beliau selama 9 tahun, dan aku tidak pernah melihat beliau berkata terhadap apa-apa yang aku kerjakan: “Kenapa kamu melakukan itu?” atau terhadap sesuatu yang tidak aku kerjakan “Mengapa kamu tidak melakukan itu ?” (tidak memarahi).

Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di atas dada atau di antara kedua bahu Ibnu Abbas sembari berdoa: “Ya Allah, berilah ia pemahaman ilmu agama dan ajarilah ia tafsir”.

Begitulah Nabi mendoakan anak-anak dengan kebaikan dan bukan sebaliknya mengucapkan kata-kata laknat untuk mereka.
Ada pula riwayat yang tak kalah mengagumkan. Rasulullah menghormati hak setiap orang, walaupun ia seorang anak kecil, meminta izinnya, dan tidak menyia-nyiakannya.

Dalam suatu majelis Rasulullah, duduk di sebelah kanan beliau seorang anak kecil sedangkan di kiri beliau orang dewasa. Maka ketika beliau shalallahu alaihi wa sallam hendak memberi minum, Rasulullah berkata. “Wahai anak kecil, apakah kamu memberi izin untuk memulai dari orang yang lebih tua?”. Maka anak itu menjawab: “Demi Allah, saya tidak mau bagianku diambil seorang pun. Maka Rasulullah pun memberikan haknya.

Dari paparan di atas sudah jelas betapa nabi sangat memuliakan dan menyayangi anak-anak. Memarahinya dengan kat-kata yang tak sepantasnya terucap justru akan mematahkan motivasi dan mengurasi kepercayaan dirinya. Apalagi seorang ibu haruslah berkata positif. Ingat bahwa segala doa dan ucapan seorang ibu 3kali lebih mustajab. Jadi berkatalah baik kepada anak. Anak itu cerminan dari orang tuanya, apabila ia tak baik maka jangan menyalahkannya. Sebaiknya sebagai orang tua kita bertanya kepada diri sendiri, sudahkah kita mendidiknya dengan benar?

2

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *