Sulit Mendapatkan Air Bersih, Bolehkan Bersuci dengan Air Banjir?

Jakarta, BIO.COM— Banjir membuat warga Muslim kesulitan mendapatkan air bersih guna keperluan bersuci sebelum salat. Lalu bagaimana Islam menyikapi masalah ini?

Terkait sulitnya mendapatkan air bersih untuk berwudhu,  hendaknya tetap berupaya mencari air yang bersih dan jernih jika masih memungkinkan. Misalnya dari keran yang berfungsi, bantuan air PDAM, dan sumber-sumber air lain yang layak untuk dibuat bersuci. Meski begitu, tetap boleh bagi para korban banjir berwudhu dengan air banjir yang keruh. selama air yang digunakan untuk bersuci tidak ditemukan komponen najis atau komponen selain tanah dan debu (mukholith) yang sampai mengubah warna, rasa, atau bau dari air.

Alasan tetap diperbolehkannya bersuci dengan menggunakan air banjir yang keruh adalah untuk mempermudah masyarakat dalam bersuci.

Jika seseorang masih ragu, apakah air banjir yang ada di sekitarnya perubahannya karena murni tercampur tanah atau lebih dominan karena tercampur benda yang lain, maka dalam kondisi demikian, air tetap suci dan menyucikan.

Sebab hukum asal dari air adalah suci, dan kesucian tersebut tidak menjadi hilang hanya disebabkan suatu keraguan. Hal ini seperti dijelaskan dalam kitab Busyra al-Karim:

“Keluar dari cakupan ‘yakin berubah’, yakni ketika seseorang masih ragu, apakah perubahan air disebabkan benda yang mencampuri air (mukhalith, larut) atau sebab benda yang menyandingi air (mujawir, tak larut), maka keraguan demikian tidak berpengaruh dalam kemutlakan air, sebab hukum asalnya adalah yakin atas kesucian air, maka keyakinan ini tidak hilang sebab adanya keraguan” (Syekh Said bin Muhammad Ba’aly, Busyra al-Kariem, hal. 74)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebaiknya dalam kondisi banjir seseorang tetap memprioritaskan mencari air yang bersih dan jernih dalam bersuci. Namun meski begitu tetap diperbolehkan menggunakan air banjir yang keruh, selama perubahan dari air banjir bukan karena faktor  najis, sampah, limbah pabrik, dan benda lain.  Wallahu a’lam.

Sumber: muslim.okezone.com

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *