Ada Surga untuk Mereka Yang Memaafkan Ketika Mampu Membalas

Jakarta, BIO.COM— Islam mengajarkan pada umatnya bahwa memberi maaf tak menunjukkan seseorang itu lemah karena tidak mampu membalas.

Memaafkan memang bukan hal yang mudah. Meskipun seseorang telah meminta maaf kepada kita atas kesalahan yang ia perbuat, ada luka yang membekas. Perkara tentang saling memaafkan dalam islam sungguh perbuatan yang mulia. Betul memang ada hadits yang menyebutkan bahwa apabila kita mendapat suatu pukulan, maka boleh hukumnya untuk membalas dengan pukulan juga. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita justru memaafkannya, meskipun kita bisa membaslasnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam ketika beliau pergi ke Thaif untuk berdakwah. Alih-alih berharap penduduk menerima dakwah beliau, tapi sikap kurang ajar justru ditunjukkan kepada kekasih Allah Subhanahu Wata’ala ini.

Mereka justru mencemooh bahkan menyuruh anak-anak kecil melempari Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam yang saat itu ditemani Zaid bin Haritsah.

Tentu saja hal itu menambah kesedihan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Di saat sulit seperti itu tiba-tiba datang Malaikat Jibril bersama malaikat penjaga gunung. Jibril berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

“Sesungguhnya Allah telah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu dan penolakan mereka kepadamu.Dan Allah juga telah mengutus kepada malaikat penjaga gunung untuk melakukan apa saja yang engkau kehendaki!”. Maka Malaikat penjaga gunung pun berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam., “Wahai Muhammad, kalau engkau berkenan aku akan menimpakan Al-Akhbasain (dua gunung besar yang ada di Makkah, yaitu gunung Abu Qubais dan Gunung Al-Ahmar) kepada mereka.”

Namun tak disangka, jawaban Nabiullah Muhammad justru sebaliknya;

لَا بَلْ أَرْجُوْ أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ، وَلَا يُشْرِكُ ِبهِ شَيْئًا

“Tidak, bahkan aku berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun juga.” [HR. Muslim]

Begitulah pribadi Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam, tauladan umat Islam. Betapa besar kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam kepada umatnya. Itulah gambaran sifat pemaafnya Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wassallam, meski beliau disakiti dan dianiaya oleh umatnya sendiri.

Siapa yang memaafkan, surga untuknya

Tidak sedikit orang yang merasa angkuh untuk meminta maaf. Memang rasanya sulit memafkan orang yang bahkan ia saja tidak meminta maaf kepada kita atas kesalahanya. Namun, memaafkan ialah amalan yang sungguh mulia. Meskipun demikian, menahan rasa sakit akibat kedzaliman orang lain tidak mudah. Ada semacam rasa sakit yang tergores yang seakan-akan tidak bisa lepas dari ingatan dan akan senantiasa membekas.Padahal Islam mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang berlapang dada dan pemaaf.

Rasulullah juga menjelaskan bahwa balasan bagi orang yang memaafkan kesalahan orang lain adalah Surga. Janji Allah, siapa yang memaafkan disaat dia mampu membalas, ia akan meraih Surga Allah.

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُشْرَفَ لَهُ الْبُنْيَانُ ، وَتُرْفَعَ لَهُ الدَّرَجَاتُ فَلْيَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَهُ ، وَلْيُعْطِ مَنْ حَرَمَهُ ، وَلْيَصِلْ مَنْ قَطَعَهُ

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangnan di Surga, hendaknya ia memafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani).

Sumber: muslim.okezone.com

2

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *