Hukum Otopsi atau Membedah Mayat dalam Islam, Boleh Atau Haram?

Jakarta, BIO.COM— Baru-baru ini kabar duka datang dari salah satu istri selebriti di tanah air. Berita mengabarkan bahwa mayat alharhumah yang sudah dikebumikan di angkat kembali untuk kepentingan otopsi.

Istilah otopsi seringkali kita dengar di televisi dalam pemberitaan criminal. Sebenarnya apa itu otopsi? Otopsi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh orang yang telah meninggal. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk  mengetahui penyebab dan cara orang tersebut meninggal. Istilah lebih umumnya otopsi disebut juga dengan pembedahan mayat. Dalam Islam, hukum pembedahan mayat dlihat berdasarkan tujuan dari dilakukannya pembedahan mayat tersebut. Jika pembedahan mayat dilakukan demi kebaikan, maka hal tersebut diperbolehkan. Namun, jika pembedahan mayat dilakukan semata-mata untuk keburukan dan pelampiasan dendam maka hal tersebut tidaklah diperbolehkan.

Pembedahan mayat yang diperbolehkan oleh beberapa Ulama adalah sebagai berikut

  1. Pembedahan mayat untuk keperluan pendidikan

Dalam kasus ini pembedahan mayat diperlukan untuk mempraktekan dan menerapkan teori yang telah didapat oleh para mahasiswa kedokteran atau kesehatan lainnya. Tanpa melakukan hal tersebut maka para mahasiswa kedokteran dan kesehatan tidak dapat mengetahui ilmu anatomi manusia.

  1. Pembedahan mayat untuk keperluan forensik

Manusia meninggal dikarenakan berbagai macam faktor dan kejadian, diantaranya adalah faktor kecelakaan, pembunuhan, kesehatan atau bahkan belum diketahui apa penyebabnya. Lalu disitulah kegunaan dilakukannya pembedahan mayat atau forensik, yaitu untuk menyelidiki penyebab kematian seseorang dan mencari kebenaran hukum dari peristiwa yang terjadi.

Biasanya pembedahan mayat untuk keperluan forensik dilakukan berdasarkan permintaan dari pihak kepolisian atau badan hukum untuk memastikan penyebab kematian dari seseorang tersebut, apakah penyebab kematiannya karena alamiah atau disengaja. Jika kematian tersebut disebabkan bukan secara ilmiah atau disengaja maka autopsi forensik tersebut dapat menjadi alat bukti untuk melacak dan menangkap si pelaku. Pada intinya, tujuan pembedahan mayat forensik adalah untuk menetapkan hukum secara adil seperti yang tertera dalam (QS. An-Nisa[4] : 58) bahwa kita sebagi umat muslim dianjurkan untuk menetapkan hukum di antara manusia secara adil.

  1. Pembedahan mayat untuk keilmuan

Di dunia ini masih ada jenis-jenis penyakit yang belum diketahui obatnya dan dengan melakukan autopsi klinis, para dokter atau ilmuwan kesehatan akan membedah mayat untuk mencari tahu jalan keluar dan jawaban dari keraguan atau ketidaktahuan mengenai persoalan medis yang mereka hadapi. Dalam Islam diperbolehkan untuk mengembangkan ilmu kesehatan dan pembedahan mayat untuk keilmuan pada dasarnya bertujuan untuk mengantisipasi dan menemukan obat dari penyakit yang pada saat itu belum ditemukan obatnya.

Tidak ada hukum dan dalil yang membahas langsung mengenai pembedahan mayat, namun kita dapat menganalisanya berdasarkan akal namun tidak mengesampingkan dasar hukum islam dan tetap berpedoman pada syariat.

Jadi, pembedahan mayat dalam Islam diperbolehkan namun harus berdasarkan pada kebutuhan darurat dan haruslah bermanfaat serta sesuai dengan syariat islam.

sumber: dalamislam.com

ilustrasi: pixabay

1

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *