Tips Mengajarkan Pendidikan Seks Kepada Anak Dalam Islam

Jakarta, BIO.COM – Tips Mengajarkan Pendidikan Seks Kepada Anak Dalam Islam

Selama ini bahasan tentang seks dianggap tabu. Sehingga terkadang orang tua sering kali menghindar dari pembahasan mengenai seks. Demikian pula dengan anak, tidak sedikit mereka yang merasa canggung bertanya tentang bahasan seks kepada orang tua. Akibatnya anak akan mencari informasi sendiri untuk memenuhi rasa keiingin tahuannya. Dengan demikian justru lebih berbahaya bagi anak karena ia akan mencari informasi dari berbagai sumber tanpa kontrol dan arahan dari kita sebagai orang tua.  Oleh sebab itu pendidikan seks kepada anak sangat penting dan seharusnya pembahasan ini tidak menjadi tabu dalam kelaurga. Anak kita juga harus mengetahui siapa saja mahramya, siapa saja yang boleh menyentuhnya dan bagian mana saja yang seharusnya tak boleh disentuh oleh orang lain. Berikut pokok-pokok Pendidikan seks (sex education) yang dapat diterapkan pada anak sejak dini dikutip dari tulisan zulia ilmawati, psikolog pemerhati masalah anak dan remaja.

  1. Menanamkan rasa malu pada anak

Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak bertelanjang di depan orang lain, meskipun ia masih kecil. Misalnya biasakan menutupi tubuhnya setelah mandi dan saat berganti.

  1. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan feminitas pada anak perempuan

Berikan pakaian yang sesaui dengan jenis kelamin anak, sehinga mereka terbisasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya.

Dari Ibnu Abbas r.a, Rasulullah sallahlau ‘alaihi wasssalam berkata melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlahar meniru laki-laki (H.R. Bukhari)

  1. Memisahkan tempat tidur anak

Usia 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkebagan yang pesar. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya.

Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanakan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidiur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbukan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.

  1. Mendidik anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin

Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus mengajarkan anak tentang najis. Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika span santun dalam melakukan hajat.

  1. Mengenalkan mahramnya

Tidak semua perempuan berhak dinikasi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditetukan oleh syariat islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati.

Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulannya sehari-hari dengan yang bukan mahramnya.

  1. Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilat

Ikhtilat adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang dibolekan oleh syariat uslam.

  1. Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat

Khalwat adalah jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahranya berada di suatu tempat, hanya bedua saja. Biasanya mereka memilih tempat bersembunyi yang tidak bisa dilihat orang lain.

sumber: id.asianparents.com

ilustrasi: pixabay

1

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *