Di antara Sombong yang Paling Buruk: Sombong dengan Keshalihan

Jakarta, BIO.COM— Di antara sikap sombong yang paling buruk ialah sombong dengan ilmu dan keshalihannya.

.Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita menemukan seorang yang rajin beribadah, tak pernah terlewat shalat malam, rajin puasa senin dan kamis, bahkan ia gemar mengunjungi kajian dan majelis ilmu. Hidupnya seakan dipenuh dengan beribadah kepada Allah. Namun, ia seringkali menyombongkan keshalihannya kepada orang lain. Ia merasa paling suci, merasa hanya dirinya yang pantas masuk surga. Ketahuilah bahwa di antara kesombongan yang paling buruk ialah orang yang sombong dengan keshalihannya.

Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain

Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Kesombongan yang paling buruk adalah orang yang menyombongkan diri di hadapan manusia dengan ilmunya, merasa dirinya besar dengan kemuliaan yang dia miliki. Bagi orang tersebut tidak bermanfaat ilmunya untuk dirinya. Barangsiapa yang menuntut ilmu demi akhirat maka ilmunya itu akan menimbulkan hati yang khusyuk serta jiwa yang tenang. Dia akan terus mengawasi dirinya dan tidak bosan untuk terus memperhatikannya, bahkan setiap saat dia selalu introspeksi dan meluruskannya. Apabila dia lalai dari hal itu, dia akan menyimpang dari jalan yang lurus dan akan binasa. Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk membanggakan diri dan meraih kedudukan, memandang remeh kaum muslimin yang lainnya serta membodoh-bodohi dan merendahkan mereka, maka hal ini merupakan kesomobongan yang paling besar.”

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Ayat di atas menjadi rujukan bahwa Allah sungguh tak menyukai sifat sombong, meskipun denga keshalihan sekali pun. Saling mengingatkan dan mengajak dalam kebaikan dan beribadah kepada Allah tentu merupakan kewajiban seorang muslim. Namun, perlu ditekankan mengajak orang lain untuk beribadah tidak perlu dengan menyombongkan diri.

Semoga kita senantiasa dijauhkan dari sifat sombong dan takabur. Sesungguhnya setinggi apa pun ilmu, pangkat, jabatan kita  di dunia, hanya Allah yang maha mengetahui derajat kita di sisi-Nya. Wallahu’alam.

2

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *