Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Mempertajam Srategi Kemajuan Umat

Jakarta, BIO.COM— Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 akan mempertajam strategi dalam menyongsong kemajuan umat.

Wakil Ketua Panitia Pengarah Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 2020, Noor Ahmad, menuturkan, KUII tahun ini tentu berbeda dengan kongres yang digelar lima tahun lalu. KUII kali ini akan mempertajam strategi untuk diimplementasikan dalam menyongsong kemajuan umat Islam Indonesia.

Salah satu bidang yang mendapat sorotan adalah ekonomi. Noor menyadari, KUII ke-6 pada 2015 di Yogyakarta waktu itu hanya memuat konsep besar terkait pengembangan ekonomi umat. Dia mengakui konsep tersebut belum mendalam dan belum dilaksanakan secara maksimal.

Dilansir dari Republika.co.id, Ia menuturkan, “Meski konsepnya (pada KUII ke-6) sudah ada misalnya kerjasama antara pengusaha besar dan Usaha Kecil dan Mikro, tapi belum dilaksanakan dengan baik. Maka kita pertegas sekarang ini (pada KUII ke-7), khususnya agar bantuan terhadap Usaha Kecil dan Mikro (UKM) bisa merata.”

Menurut Noor, KUII ke-7 secara spesifik membicarakan penguatan ekonomi umat Islam yang berkaitan dengan kebijakan Omnibus Law. Dia mengatakan ini momen yang tepat untuk menumbuhkembangkan UKM. Sebab, jangan sampai ekonomi kelas bawah itu kehabisan pasar dan modal.

Oleh karena itu, diperlukan upaya menciptakan pasar dan modal untuk masyarakat dengan ekonomi rendah. Selain itu, juga dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang dapat mendampingi kalangan ekonomi rendah sehingga bisa menjadi masyarakat yang unggul dan berkualitas.

KUII ke-7 Fokuskan di Bidang Ekonomi

Fokus KUII ke-7 pada bidang ekonomi adalah pemerataan dan keadilan. Dia mewanti-wanti jangan sampai ekonomi itu mengarah pada kapitalistik. Selama ini ekonomi masih berkutat di kalangan orang-orang tertentu saja. Sehingga harus ada strategi agar terjadi pemerataan ekonomi.

Filantropi Islam, lanjut Noor, bisa menjadi alternatif solusi untuk memeratakan ekonomi. Di tengah kedermawanan umat Islam yang kian meningkat, filantropi punya peluang besar untuk berkontribusi mendorong perekonomian umat Islam Indonesia.

Dunia perbankan pun harus berperan menumbuhkan UKM dengan menyalurkan modal. Noor mengakui, selama ini perbankan terbilang ragu dan khawatir jika menggelontorkan modal untuk kalangan UKM. Karena itu, menurut dia, perlu ada strategi agar perbankan tidak ragu lagi menggelontorkan dana ke mereka.

Sumber: Republika.co.id

Foto: Pixabay

2

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *