Begini Hukum Membicarakan Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Jakarta, BIO.COM—Bagaimana hukum membicarakan orang yang sudah meninggal? Simak Penjelasannya berikut ini!

Kematian ialah hal yang pasti akan datang dan sesungguhnya setiap mahkluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kematian terkadang datang tanpa di duga, bisa saja seorang yang terlihat sehat dan masih muda dipanggil oleh Allah secara tiba-tiba. Salah satu yang masih hangat ialah selebritas Ashraf Sinclair. Kematianya yang begitu mendadak sontak menggemparkan dunia entertaimen Indonesia. Satu per satu sahabat dan kerabat dekatnya mengunjungi dan mengantarnya hingga peristirahatan terakhir. Banyak dari selebritas yang lantas juga menceritakan bagaimana sosok Ashraf di mata mereka saat hidup. Lalu, bagaimana hukumnye membicarkan orang yang sudah meninggal dalam islam?

Dalam Islam, menceritakan keburukan orang yang telah meninggal sama saja dengan ghibah sehingga hal ini dilarang.

“Janganlah kalian mencela mayit karena mereka telah pergi untuk mempertanggug jawabkan apa yang telah mereka perbuat.” (HR Bukhari : 1329).

Allah juga telah menjelaskan mengenai buruknya ghibah, baik kepada yang masih hidup maupun yang telah meninggal.

Allah berfirman, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS Al Hujurat: 12)

 

Bagaimana jika yang dibicarakan adalah kebaikan?

Namun, jika kita membicarakan kebaikan orang yang sudah meninggal tentu saja ini dibolehkan bahkan dianjutkan agar ia lebih mudah masuk ke dalam surga.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Mereka lewat mengusung jenazah, lalu mereka memujinya dengan kebaikan. Maka Nabi SAW bersabda, “Wajib.” Kemudian mereka lewat dengan mengusung jenazah yang lain, lalu mereka membicarakan kejelekannya. Maka Nabi SAW bersabda, “Wajib.” Umar bin Al-Khattab lantas bertanya, “Apakah yang wajib itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang kalian puji kebaikannya, maka wajib baginya surga. Dan yang kalian sebutkan kejelekannya, wajib baginya neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.” (HR. Bukhari, no. 1367; Muslim, no. 949)

Dari jalur Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas:

“Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian empat orang tetangganya yang paling dekat memberikan kesaksian kepadanya bahwa mereka tidak mengetahui dari orang tersebut kecuali kebaikan, kecuali Allah berkata, “Aku terima ucapan kalian dan aku ampuni apa-apa yang tidak kalian ketahui.”

Jadi hukum membicarkan orang yang sudah meninggal dibolehkan ketika yang diceritakan merupakan kebaikannya. Namun jika yang diceritakan ialah keburukannya maka hal itu tentu diharamkan. Sungguh orang meninggal sangat dihormati oleh Rasulullah, bahkan meskipun ia nonmuslim sekali pun

Sumber: islampos.com

2

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *