Sekjen MUI: Haram Hukumnya Menimbun Masker dalam Islam

Jakarta, BIO.COM – Mewabahnya Virus Corona di Indonesia berakibat adanya penimbunan masker oleh beberapa oknum.

Virus Corona atau Covid-19 yang kini tengah menjadi momok besar bagi masyarakat dunia. Hal ini berdampak pada  permintaan pasar terhadap masker dan hand sanitizer. Pasca munculnya kasus virus corona pertama di Indonesia, stok masker dan hand sanitizer tiba-tiba saja kosong. Hal ini disebabkan oleh masker yang ditimbun dan dijual dengan harga yang jauh lebih maha di pasaran.  Bagaimana Islam memandang kasus penimbunan barang ini? Simak penjelasan sekjen MUI berikut ini.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas menjelaskan, dalam Islam perbuatan menimbun barang tersebut dikenal dengan istilah Ihtikar. “Kalau menimbun harta namanya ihtinas. Kalau menimbun barang namanya ihtikar. Dalam Islam praktik ihtikar (menimbun barang) itu adalah sebuah praktik dan perbuatan yang sangat tercela,” ujar Anwar, Selasa (10/3).

Menurutnya pemerintah Indonesia dalam hal ini pihak kepolisian harus menindak tegas para penimpun barang, khususnya oknum masyarakat yang menimbun masker setelah munculnya virus corona.

“Pemerintah dalam Islam harus menindak orang yang melakukan praktik ihtikar itu. Karena praktik itu jelas merupakan praktik yang dapat menimbulkan bencana dan marabahaya,” ucapnya.

Ketika oknum melakukan penimbunan masker, orang yang justru sangat membutuhkan akhirnya sulit mendapatkannya. Karena itu, perbuatan tersebut akan membuat masyarakat lainnya lebih mudah terjangkit virus corona.

Polda Metro Jaya dalam beberapa hari terakhir telah melakukan penindakan terhadap oknum-oknum penimbun masker.

Mereka mencoba mengeruk keuntungan dari keresahan masyarakat terkait isu virus corona (Covid-19). Penindakan ini antara lain menggerebek pabrik masker ilegal di gudang yang dijadikan pabrik masker di kawasan pergudangan Central Cakung Blok i No 11 Jalan Raya Cakung, Cilincing KM 3, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Lalu, kepolisian menggerebek sebuah gudang di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Tangerang, karena diduga menjadi lokasi penimbunan masker. Polisi pun menyita 287 dus berisi masker. Kemudian, pihak kepolisian menyita 350 dus masker dalam penggerebekan sebuah apartemen di Grogol, Jakarta Barat.

Anwar pun mengapresiasi pihak kepolisian yang telah menangkap para oknum yang memanfaatkan maraknya virus corona dengan melakukan penimbunan masker. “Saya sudah baca juga polisi sudah menangkap. Bahkan ada pihak-pihak tertentu yang malahan maskernya kita butuh di dalam negeri justru di jual ke luar negeri. Itu jelas merupakan sebuah perbuatan bisnis yang tidak terpuji dan itu tidak boleh terjadi di negeri ini,” jelas Anwar.

Sumber: republika.co.id

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *