Tidak Jumatan, Begini Cara Mengganti Shalat Jumat di Rumah

Jakarta, BIO.COM— Cegah virus corona, sejumlah masjid tak laksanakan shalat jumat. Begini cara mengganti shalat jumat dengan shsalat dzuhur.

Virus corona atau Covid-19 yang kini sedang mewabah di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia membuat masyarakat khawatir. Mencegah hal ini Majelis Ulama Indonesia pun mengeluarkan fatwa tentang ibadah dalam keadaan wabah virus corona. Fatwa MUI sebutkan bahwa boleh untuk tidak laksanakan shalat jumat saat terjadi wabah virus. Menanggapi fatwa ini sejulah masjid di Indonesia pun mengikuti anjuran MUI. Di antaranya Masjid Istiqlal, Masjid Raya Bandung, Masjid Salman ITB, dan lainnya. Pemerintah Arab Saudi pun tak gelar shalat jumat di Masjid dil Haram, Makkah. Lalu bagaimana cara mengganti shalat jumat?

Orang yang tidak shalat jumat karena udzur, sakit atau safar, atau sebab lainnya, maka wajib melaksanakan shalat zuhur.

Dalil hal ini adalah keterangan sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

مَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الْجُمُعَةَ، وَمَنْ لَمْ يُدْرِكِ الرَّكْعَةَ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

“Siapa yang mendapatkan satu rakaat (bersama imam Jumat) maka dia mendapatkan Jumatan. Dan siapa yang tidak mendapatkan rakaat imam maka dia harus shalat zuhur.” (HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf 5477)

Dalam riwayat lain, dari jalur Hubairah bin Yarim, Ibnu Mas’ud mengatakan,

مَنْ فَاتَتْهُ الرَّكْعَةُ الْآخِرَةُ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

“Siapa yang ketinggalan rakaat terakhir (shalat jumat) dia harus shalat empat rakaat.” (HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf 5479)

Kemudian dalam riwayat Abdullah bin Ma’dan dari neneknya, beliau menceritakan bahwa Abdullah bin Mas’ud pernah memberikan nasehat kepada kami (para wanita),

“Apabila kalian pada hari Jumat ikut shalat bersama imam (Jumatan) maka shalatlah sebagaimana shalatnya imam (2 rakaat). Dan jika kalian shalat di rumah, shalatlah empat rakaat.” (HR. Ibn Abi Syaibah 5154 dan Abdurrazaq dalam Mushanaf 5273).

Seperti itulah sikap para sahabat. Sebagai mukmin yang baik, selayaknya kita hanya mengikuti dan tidak mengambil pendapat tanpa dasar yang jelas.

sumber: konsultasisyariah.com

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *