Mudik Lebaran 2020 Dilarang, Apakah Hukumnya Haram?

Jakarta, BIO.COM— Presiden RI Joko Widodo resmi mengeluarkan larangan mudik lebaran 2020.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi mengeluarkan larangan mudik lebaran tahun 2020 bagi seluruh masyarakat Indonesia. Larangan mudik lebaran ini diserukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi para perantau untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang kini tengah menyebar di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, diantaranya dengan memberlakukan physical distancing atau menjaga jarak antar manusia dengan tidak keluar rumah jika tidak ada kepentigan. Pendidikan hingga pekerjaan dilakukan online dari rumah. Bahkan pemerintah pun telah memberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di berbagai kota di Indonesia.

Kini dengan datangnya bulan Ramadhan dalam beberapa hari lagi, mudik atau kembali ke kampung halaman sudah menjadi tradisi masyarakat setiap tahunnya.

Ada ulama yang menyatakan bahwa saat ini mudik hukumnya menjadi haram. Hal ini terkait dengan adanya pandemi juga banyaknya kecelakaan di jalan yang menyebabkan korban meninggal maupun luka-luka.

Menurut Ust. Aam Amiruddin, Syari’at Islam hanya mengajarkan setelah beribadah saum Ramadhan adalah melaksanakan shalat sunnah ‘idul fitri. Selesai shalat ‘idul fitri dilanjutkan dengan saum sunnah 6 hari pada bulan Syawwal, baik berurutan atau tidak. Setelah itu kita kembali pada kehidupan biasa pada bukan-buan selain bulan Ramadhan.

Sejauh ini tidak cukup riwayat yang menganjurkan apalagi mengharuskan saat-saat idul fitri untuk bermaaf-maafan dengan memaksakan mudik, mengadakan acara kumpul-kumpul dengan keluarga dan handai taulan bahkan dibuat acara khusus seperti halal bilhalal dan lain sebagainya.

Semua itu lebih tepat disebut sebagai tradisi meskipun mengandung kebaikan-kebaikan. Wajar kalau ada seorang ulama memandang bahwa semua itu tidak perlu dilakukan apalagi memaksakan diri dengan segala cara. Terlebih dengan kemadharatan yang sudah semakin nyata.

Namun bagaimanapun sebuah tradisi yang baik yang tidak bertentangan dengan syari’at masih boleh dilakukan selama tidak membawa kemadharatan yang lebih besar. Wallahu a’lam.

3

Redaksi:  admin [ Berita Islam Online Terkini & Terpercaya

922

Like Fanpage Kami untuk Artikel Terbaru! Berita Islam Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *